BANDA ACEH – Dunia pendidikan Aceh kembali berduka. Muhammad Rasya Fadilla meninggal dunia saat mengikuti orientasi mahasiswa baru di Politeknik Pelayaran Malahayati. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (30/9) itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan segenap insan pendidikan di Aceh.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW NasDem Aceh yang juga Anggota DPR RI Dapil 2 Aceh, Irsan Sosiawan Gading, M.B.A menyatakan bahwa kondisi ini telah menjadi perhatian serius dan tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa kejelasan. “Kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kematian ananda Muhammad Rasya Fadilla. Penyebab kematiannya harus diketahui publik luas,” kata Irsan kepada media.
Ketua DPW NasDem Aceh menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi pengingat bagi semua pihak, khususnya penyelenggara pendidikan di Aceh. Ia tidak ingin aktivitas pendidikan di daerah itu terus dicemari oleh kekerasan dan bullying. Setiap aktivitas pendidikan harus jauh dari unsur kekerasan dan bullying. Ini harus tanggungjawab atau perhatian kita semua
DPW NasDem Aceh akan melakukan advokasi terhadap kekerasan di dunia pendidikan Aceh. Bentuk advokasi itu diwujudkan dengan membentuk dua tim, yakni tim legal atau advokasi hukum dan tim advokasi politik.
Untuk tim legal, DPW NasDem Aceh telah menunjuk Ketua Badan Hukum (BAHU) NasDem untuk memimpinnya. Tim ini nantinya akan memberikan bantuan hukum secara gratis kepada keluarga korban, jika pihak keluarga merasa membutuhkan pendampingan hukum,” ujar ketua DPW NasDem
Sementara tim advokasi politik akan dipimpin langsung oleh Ketua Fraksi NasDem di DPRA. Tim tersebut akan ikut mengawal proses pengusutan kasus kematian Rasya agar berjalan transparan dan tuntas. Advokasi politik ini menjadi sangat penting untuk melindungi dunia pendidikan dan anak-anak Aceh dari kekerasan dan bullying yang mulai marak saat ini,” lanjut ketua DPW NasDem
Dengan langkah konkrit ini DPW NasDem Aceh berharap kasus kematian Rasya menjadi titik balik bagi dunia pendidikan Aceh agar lebih baik. Kita berharap tidak ada lagi korban berikutnya. Tidak ada lagi kekerasan yang dibiarkan tumbuh di lingkungan pendidikan provinsi Aceh. tutup ketua DPW NasDem Aceh
