Gubernur Aceh Muzakir Manaf Serahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 5.486 Tenaga Honorer

Banda AcehGubernur Aceh Muzakir Manaf secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu kepada 5.486 tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Aceh. Penyerahan SK tersebut berlangsung pada Kamis sore (29/1/2026) di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.

Prosesi penyerahan SK ini menjadi salah satu langkah penting dalam penataan status kepegawaian di lingkungan Pemerintah Aceh sekaligus memberikan kepastian kerja bagi ribuan tenaga honorer yang selama ini mengabdi.

Ribuan honorer tampak memadati Stadion Harapan Bangsa untuk mengikuti prosesi tersebut. Meski hujan deras sempat mengguyur kawasan Banda Aceh, para peserta tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

BACA JUGA  Gubernur Aceh Tinjau Persiapan PSU di Kota Sabang

Dalam sambutannya, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem menekankan pentingnya tanggung jawab yang harus diemban para PPPK paruh waktu setelah menerima status baru sebagai aparatur pemerintah.

Status ini harus disyukuri dan dijalani dengan sungguh-sungguh. Aparatur dibutuhkan untuk mendukung pembangunan Aceh,” ujar Mualem.

Menurutnya, pengangkatan PPPK paruh waktu ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemerintah Aceh dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kebijakan tersebut, kata Mualem, bertujuan memberikan kepastian hukum serta jaminan kerja bagi para tenaga honorer yang selama ini telah mengabdikan diri di berbagai instansi pemerintah.

BACA JUGA  Gubernur Aceh Hadiri Pelantikan PMI Aceh 2025–2030, Dorong Peran Aktif Bantu Korban Bencana

Kita berupaya agar honorer di bawah Pemerintah Aceh bisa menjadi PPPK,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan sehingga program pengangkatan PPPK paruh waktu di lingkungan Pemerintah Aceh dapat terealisasi.

Acara penyerahan SK berlangsung tertib dan lancar hingga selesai. Momentum tersebut menjadi harapan baru bagi para tenaga honorer yang kini memiliki status kepegawaian yang lebih jelas dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah di Aceh. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *