ACEH BESAR — Kepedulian dari Aceh bergerak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT). Komunitas Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) menggalang dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah tersebut.
Gerakan solidaritas itu melibatkan Lanud Sultan Iskandar Muda, PT Angkasa Pura Indonesia, serikat pekerja, serta sejumlah pemangku kepentingan di lingkungan Bandara Sultan Iskandar Muda. Bantuan logistik dihimpun di kawasan Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (19/8/2026).
Aksi kemanusiaan tersebut diinisiasi oleh Danlanud Sultan Iskandar Muda dan mendapat dukungan penuh dari manajemen bandara bersama para pekerja. Mereka bergerak bersama mengumpulkan berbagai kebutuhan untuk masyarakat yang berada di wilayah terdampak bencana.
Setelah terkumpul, bantuan diberangkatkan melalui jalur udara dari Lanud Sultan Iskandar Muda menuju NTT. Pengiriman melalui jalur udara diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026), menimbulkan dampak di sejumlah daerah. Gempa utama tercatat bermagnitudo 7,7 setelah pemutakhiran parameter, dengan pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Guncangan tersebut juga sempat memicu peringatan dini tsunami. Setelah gempa utama, aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah Flores dan sekitarnya.
Hingga Rabu (19/8/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan gempa susulan. Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah terdampak masih membutuhkan dukungan, terutama untuk memenuhi kebutuhan selama masa penanganan bencana.
General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Rahmat Adil Indrawan, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan semangat gotong royong insan penerbangan di Aceh.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas bersama. Kita bergerak serentak manajemen, komunitas bandara, dan seluruh karyawan melalui serikat pekerja. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak musibah di NTT,” ujar Rahmat.
Menurut Rahmat, keterlibatan berbagai unsur di Bandara SIM menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat tumbuh kuat ketika seluruh pihak bergerak bersama. Bantuan yang dikirim dari Aceh diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak mengenal batas wilayah. Jarak yang jauh antara Aceh dan NTT tidak menghalangi upaya untuk saling membantu.
Dari Bandara Sultan Iskandar Muda, semangat gotong royong itu diterbangkan menuju NTT. Bantuan yang dikirim bukan hanya membawa kebutuhan logistik, tetapi juga pesan bahwa masyarakat terdampak gempa tidak sendirian menghadapi masa sulit.
