Illiza dan Afdhal Hadiri Pembukaan dan Dorong MTQ Aceh Besar Jadi Wadah Pembentukan Generasi Muda Berakhlak Qur’ani

ACEH BESAR – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan keagamaan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang mencintai, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, saat menghadiri pembukaan MTQ ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar bersama Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, di Kecamatan Kuta Baro, Jumat (24/10/2026).

Kehadiran kedua pimpinan Kota Banda Aceh tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan syiar Islam dan pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan.

BACA JUGA  Peringati Hari Kesadaran Nasional, Wabup Syukri: Tingkatkan Disiplin dan Optimalisasi Pelayanan Publik

“Alhamdulillah, bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, saya menghadiri pembukaan MTQ ke-35 Kabupaten Aceh Besar di Kuta Baro,” ujar Illiza di sela-sela acara.

Menurut Illiza, pelaksanaan MTQ memiliki peran penting dalam memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Karena itu, keberhasilan kegiatan ini tidak seharusnya hanya dilihat dari jumlah peserta yang meraih juara.

Ia berharap semangat membaca Al-Qur’an dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga perlu diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sosial.

BACA JUGA  Bupati Aceh Besar Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Raya Baiturrahman

“Semoga MTQ ini tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga semakin menguatkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an dan menghadirkan nilai-nilainya dalam kehidupan,” ucap Illiza.

Lebih lanjut, Illiza menilai pembinaan generasi Qur’ani merupakan bagian penting dalam menyiapkan masa depan Aceh. Generasi muda tidak hanya perlu memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami ajarannya sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.

“Karena generasi Qur’ani adalah harapan bagi masa depan Aceh yang lebih baik,” tegasnya.

Melalui penyelenggaraan MTQ ke-35 ini, diharapkan lahir lebih banyak qari dan qariah berprestasi dari Aceh Besar. Namun, yang tidak kalah penting adalah tumbuhnya generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.

BACA JUGA  Bupati Aceh Besar Minta Pemerintah Pusat Prioritaskan Pemulihan Pertanian Pascabencana

Dukungan berbagai pihak juga diperlukan agar kegiatan syiar Islam seperti MTQ terus berkembang. Dengan demikian, pembinaan keagamaan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *