Banda Aceh — Pemerintah Aceh kembali menggelar kegiatan Safari Ramadhan 2026 dengan fokus pada wilayah-wilayah yang terdampak bencana di berbagai daerah. Pelepasan tim Safari Ramadhan berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Jumat (27/2/2026).
Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir mengatakan, kegiatan Safari Ramadhan tahun ini diarahkan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus memberikan dukungan moral dan spiritual bagi masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan pascabencana.
“Harapannya tausiah yang disampaikan juga berkaitan dengan upaya pemulihan psikososial atau trauma healing bagi masyarakat terdampak,” ujar Nasir.
Ia menjelaskan, tim Safari Ramadhan terdiri dari unsur pejabat Pemerintah Aceh, para ulama, serta dai yang akan turun langsung ke daerah-daerah terdampak.
Selain menyampaikan tausiah keagamaan, tim juga akan menginformasikan berbagai program Pemerintah Aceh tahun 2026, khususnya yang berkaitan dengan percepatan pemulihan pascabencana.
“Kita ingin masyarakat mengetahui apa saja yang akan kita laksanakan di tahun ini, terutama dalam upaya percepatan pemulihan bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh Yusrizal mengatakan kegiatan Safari Ramadhan akan berlangsung pada 1 hingga 4 Maret 2026 dan menjangkau 18 kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh.
Dalam kegiatan tersebut, setiap masjid yang dikunjungi akan menerima bantuan berupa lima sajadah panjang. Selain itu, Pemerintah Aceh juga akan menyalurkan santunan kepada anak yatim dengan jumlah penerima minimal 150 orang hingga maksimal 500 orang di setiap daerah yang dikunjungi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Aceh berharap Safari Ramadhan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh.
