JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan komitmennya mendukung proses dialog dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri pertemuan bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Kantor Sekretariat Bersama KBPBI, Jakarta.
Pertemuan itu menjadi wadah bagi serikat pekerja untuk menyampaikan secara langsung berbagai pandangan dan masukan mengenai substansi RUU Ketenagakerjaan. Melalui dialog tersebut, diharapkan pembahasan regulasi dapat berlangsung secara terbuka dengan mengakomodasi kepentingan seluruh pihak yang terlibat.
Dalam suasana diskusi yang berlangsung konstruktif, Kapolri mendengarkan sejumlah isu yang menjadi perhatian organisasi buruh. Ia menegaskan Polri siap mendukung terbangunnya komunikasi yang sehat agar pembahasan RUU Ketenagakerjaan berjalan melalui pendekatan musyawarah dan dialog.
Kapolri menilai aspirasi pekerja merupakan bagian penting dalam proses penyusunan regulasi. Karena itu, setiap masukan perlu menjadi bahan pertimbangan untuk melahirkan kebijakan yang memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
“Kami akan membantu menjadi jembatan untuk menyampaikan poin-poin yang diharapkan dapat diselesaikan bersama oleh rekan-rekan buruh dengan tim di DPR, sehingga revisi undang-undang ini dapat menghasilkan keseimbangan antara teman-teman pengusaha, teman-teman buruh, serta peran pengawas agar keseimbangan tersebut tetap terjaga,” ujar Kapolri.
Menurut Kapolri, proses penyusunan RUU Ketenagakerjaan akan lebih efektif apabila dikawal melalui jalur komunikasi yang terbuka. Di sisi lain, ia juga memahami bahwa pekerja memiliki hak konstitusional untuk mengawal jalannya proses legislasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Meski demikian, Kapolri mengingatkan agar setiap kegiatan penyampaian pendapat dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses pembahasan berlangsung.
“Saya selalu ingatkan, tolong laksanakan semuanya secara terukur dan jaga ketertiban. Kita ingin Indonesia tetap terjaga, cita-cita kita bersama terus berjalan, dan bagaimana kita mendorong Indonesia mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” kata Kapolri.
Kapolri berharap pembahasan RUU Ketenagakerjaan dapat menghasilkan regulasi yang memberikan perlindungan kepada pekerja sekaligus menciptakan iklim investasi dan dunia usaha yang sehat. Regulasi yang berimbang diyakini mampu memperkuat hubungan industrial yang harmonis serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Di akhir pertemuan, Kapolri mengajak seluruh elemen buruh untuk bersama-sama mengawal proses pembahasan RUU Ketenagakerjaan secara bertanggung jawab sehingga tujuan perjuangan dapat tercapai tanpa mengganggu stabilitas keamanan.
“Mari kita kawal bersama-sama sehingga perjuangan teman-teman buruh betul-betul dapat terlaksana dengan baik, lancar, aman, dan tertib tanpa ada hal ataupun kerusuhan yang justru mencederai apa yang menjadi perjuangan teman-teman buruh,” tutup Kapolri.
