ACEH BESAR – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai mematangkan kesiapan Kecamatan Kuta Baro sebagai calon tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Aceh Besar ke-XXXV Tahun 2026.
Pembahasan kesiapan tersebut digelar di Aula PDAM Tirta Mountala, Rabu (12/8/2026). Pertemuan dipimpin Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil dan diikuti sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimcam, Wakil Ketua MPU Aceh Besar, unsur mukim serta tokoh masyarakat Kuta Baro.
Dalam pertemuan itu, Camat Kuta Baro memaparkan berbagai kesiapan wilayah untuk menjadi lokasi pelaksanaan MTQ. Salah satu lokasi yang diusulkan adalah kawasan lapangan di depan Masjid Buengcala Seupe.
Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A. Jalil mengatakan penyelenggaraan MTQ membutuhkan persiapan yang terukur. Selain kesiapan teknis, koordinasi antarlembaga dan dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting.
Berdasarkan pemaparan dan hasil peninjauan lapangan, Syukri menilai Kuta Baro secara umum cukup siap mendukung pelaksanaan MTQ. Namun, beberapa aspek teknis masih perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap cabang perlombaan.
“Ini menjadi amanah sekaligus tanggung jawab kita bersama. Mari kita persiapkan dengan sebaik-baiknya agar MTQ berlangsung sukses, khidmat, bermakna dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Syukri.
Ia meminta Dinas Syariat Islam Aceh Besar sebagai leading sector bersama OPD terkait segera menindaklanjuti seluruh tahapan persiapan. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan juga diminta diperkuat agar berbagai kebutuhan dapat dipetakan sejak awal.
“Yang paling penting adalah komunikasi dan koordinasi. Dengan komunikasi yang intensif, setiap kebutuhan dapat dibicarakan dan diselesaikan bersama,” katanya.
Syukri turut meminta masyarakat Kuta Baro dilibatkan sejak tahap persiapan. Sosialisasi dinilai penting agar warga mengetahui rangkaian kegiatan serta memahami peran yang dapat diberikan selama MTQ berlangsung.
“Kita ingin masyarakat merasa ikut memiliki dan menjadi bagian dari kesuksesan pelaksanaan MTQ ini,” harapnya.
Menurut Syukri, keterlibatan masyarakat akan membuat pelaksanaan MTQ memiliki dampak yang lebih luas. Karena itu, berbagai kebutuhan warga di sekitar lokasi kegiatan juga harus menjadi perhatian panitia.
Ia berharap MTQ Kabupaten Aceh Besar ke-XXXV tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Quran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Quran.
Potensi kehadiran masyarakat dari Banda Aceh dan wilayah sekitar juga menjadi perhatian. Akses menuju Kuta Baro yang relatif mudah dinilai dapat mendukung antusiasme masyarakat untuk menyaksikan rangkaian kegiatan MTQ.
“Dengan kebersamaan, koordinasi dan kekompakan seluruh pihak, insyaallah MTQ Aceh Besar ke-XXXV dapat berjalan sesuai harapan dan memberikan hasil maksimal untuk syiar Islam,” katanya.
Selain kesiapan lokasi, Syukri meminta sejumlah kebutuhan teknis segera dituntaskan. Di antaranya penetapan cabang perlombaan, lokasi masing-masing kegiatan, logo serta tema MTQ.
Kejelasan informasi tersebut penting agar panitia dan masyarakat memiliki gambaran yang sama mengenai pelaksanaan MTQ. Sosialisasi pun dapat dilakukan lebih awal setelah berbagai keputusan teknis ditetapkan.
Pemkab Aceh Besar mengajak seluruh panitia, OPD, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat dan elemen terkait untuk mengambil bagian dalam persiapan MTQ XXXV. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan pelaksanaan yang tertib dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Dengan kebersamaan dan semangat melayani masyarakat, insyaallah MTQ ini dapat terlaksana dengan baik dan menjadi momentum syiar Islam yang membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.
