BBPOM Aceh Bangun Sinergi Lintas Instansi di Sabang

SABANG – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh), Riyanto, turun langsung memimpin rangkaian kegiatan strategis di Kota Sabang, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan obat dan makanan sekaligus memastikan pelayanan publik BBPOM Aceh hadir secara optimal bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, BBPOM Aceh melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi yang memiliki peran penting dalam pengawasan di wilayah perbatasan, yaitu Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Sabang, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Sabang, serta Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

Koordinasi difokuskan pada penguatan sinergitas dalam memantau lalu lintas barang bawaan penumpang maupun barang kiriman yang berupa produk obat dan makanan untuk keperluan pribadi.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan produk yang masuk tetap sesuai dengan ketentuan dan terjamin keamanan, mutu, serta manfaatnya bagi masyarakat.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Sabang, Kiagus Nurzaman Muhammad, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan.

BACA JUGA  Silaturahmi RAPI Sabang dan Aceh Barat, Perkuat Sinergi Komunikasi Antarwilayah

“Pengawasan di wilayah perbatasan membutuhkan koordinasi yang kuat antarinstansi. Dengan pertukaran informasi dan sinergi yang baik, potensi masuknya barang atau produk yang tidak sesuai ketentuan dapat dideteksi lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing,” kata Kiagus Nurzaman.

Kunjungan Kepala BBPOM Aceh ke MPP Kota Sabang.

Sementara itu, Plt. Kepala BKK Kelas II Sabang, Khaidir, menilai koordinasi antarlembaga diperlukan untuk memastikan aspek kesehatan turut menjadi perhatian dalam pengawasan lalu lintas barang dan penumpang.

“Sinergi antarinstansi sangat penting untuk memastikan pengawasan berjalan secara komprehensif. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, setiap potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat dapat diantisipasi dengan lebih baik.”

Riyanto menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan di wilayah perbatasan membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. 8

Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan ketika produk telah beredar, tetapi juga perlu diperkuat sejak awal, termasuk pada jalur masuk barang.

Sabang kata Riyanto, memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan dan pintu masuk. Karena itu, pengawasan lalu lintas obat dan makanan perlu dilakukan secara bersama-sama, dengan memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, serta tindak lanjut di lapangan.

BACA JUGA  Jangan Abaikan Tiket Resmi, Penumpang Sabang Dijamin Asuransi Jika Terdata

“Tujuannya jelas, yaitu memastikan masyarakat terlindungi dari produk yang tidak memenuhi ketentuan.”

Selain memperkuat pengawasan, BBPOM Aceh juga menaruh perhatian pada aspek edukasi. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai ketentuan pemasukan obat dan makanan untuk keperluan pribadi sehingga dapat lebih berhati-hati terhadap produk yang dibawa maupun diterima melalui kiriman.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan Kepala BBPOM Aceh ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Sabang.

Kunjungan tersebut  dilakukan dalam rangka pemantauan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan standar pelayanan publik BBPOM Aceh.

Pemantauan mencakup layanan informasi, konsultasi, serta perizinan obat dan makanan yang diberikan kepada masyarakat melalui MPP Sabang.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan layanan berjalan efektif, transparan, mudah diakses, dan mampu memberikan pengalaman pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Riyanto menyampaikan bahwa kehadiran layanan BBPOM Aceh di MPP merupakan bagian dari komitmen untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA  BBPOM Aceh Perkuat Layanan Publik di MPP Banda Aceh, Siapkan Inovasi Digital "ATM BPOM Aceh"

Ditegaskan pelayanan publik harus terus dievaluasi dan ditingkatkan. Masyarakat berhak mendapatkan layanan yang mudah, cepat, transparan, dan responsif.

“Melalui MPP Sabang, kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh informasi dan konsultasi terkait obat dan makanan tanpa harus menghadapi akses pelayanan yang jauh.” ujarnya.

Menurutnya, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan merupakan dua hal yang saling melengkapi.

Pengawasan memberikan perlindungan kepada masyarakat, sementara pelayanan publik memastikan masyarakat memperoleh informasi dan pendampingan yang dibutuhkan.

Melalui rangkaian kegiatan di Sabang, BBPOM Aceh berharap sinergi bersama Bea Cukai, BKK, BPKS, serta pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun sistem pengawasan yang lebih terintegrasi sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dari wilayah perbatasan hingga ruang pelayanan publik, BBPOM Aceh terus memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas layanan untuk satu tujuan: melindungi masyarakat Aceh agar mendapatkan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *