BANDA ACEH – Tsunami and Disaster Mitigation Research Center Universitas Syiah Kuala (TDMRC USK) bersama Direktorat Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyelenggarakan IN-SAINTEK 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Sains dan Edukasi untuk Resiliensi (SERASI) Risiko Bencana Hidrometeorologi”.
Program ini dirancang untuk memperkuat peran TDMRC USK sebagai pusat unggulan sains dan teknologi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Tujuannya, mengubah hasil riset kebencanaan menjadi pengetahuan aplikatif yang bermanfaat langsung bagi warga, sekaligus mendukung kebijakan nasional dan agenda global pengurangan risiko bencana.
Fokus IN-SAINTEK 2026 diarahkan pada penanganan bencana hidrometeorologi. Hal ini sebagai tanggapan atas peristiwa Badai Tropis Senyar Sumatra 2025 serta tren meningkatnya frekuensi dan dampak bencana sejenis secara global.
Dari Riset Menuju Solusi Nyata
Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, menyampaikan sejak didirikan pasca-tsunami 2004, TDMRC telah berkembang menjadi pusat unggulan iptek dengan kapasitas riset multidisiplin dan jejaring kerja sama internasional yang luas.
Ketua TDMRC, Prof. Dr. Muksin Umar, menambahkan lembaganya telah menghasilkan berbagai penelitian, mulai dari pemodelan banjir dan tsunami, pemetaan risiko multi-bahaya, analisis sosial-ekonomi, teknologi peringatan dini, hingga tata ruang berbasis mitigasi.
“Namun tantangan utamanya adalah memastikan pengetahuan tersebut tidak hanya berhenti di ruang akademik, melainkan menjadi solusi nyata di tengah masyarakat terutama di wilayah rawan bencana seperti Aceh,” ujarnya.
Tiga Rangkaian Kegiatan
Ketua Pelaksana IN-SAINTEK 2026, Ibnu Rusydy, http://M.Sc., menjelaskan program ini akan dilaksanakan melalui tiga kegiatan utama:
1. Disaster Science Camp (DSC) 2026
Berlangsung pada 28 September – 2 Oktober 2026, diikuti 30 siswa SMA/sederajat dari seluruh Aceh untuk mempelajari upaya pengurangan risiko bencana secara langsung.
2. Pelatihan Siaga Risiko Bencana Hidrometeorologi (TS-Hidromet)
Ditujukan bagi guru dan mahasiswa, dilaksanakan pada 7–8 Oktober 2026.
3. Open House TDMRC USK 2026*
Terbuka untuk umum pada 14–16 Oktober 2026, diperkirakan diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan.
Menurut Ibnu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan, memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat, serta membangun ekosistem kesiapsiagaan yang tangguh.
Program ini juga selaras dengan peta jalan pengembangan TDMRC, yakni konsolidasi (2006–2010), penguatan riset (2011–2015), inovasi dan implementasi (2016–2025), menuju daya saing global (2025–2030).
Kegiatan ini turut didukung Dinas Pendidikan Aceh, Basarnas Provinsi Aceh, Dinas Perhubungan Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Balai Wilayah Sungai, serta BMKG Stasiun Blang Bintang dan Indrapuri. []
