BANDA ACEH – Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh memperkuat komitmen keterbukaan informasi publik melalui visitasi Komisi Informasi Aceh (KIA) sebagai tahapan Monitoring dan Evaluasi KIP Tahun 2026. Visitasi berlangsung di Aula BKKBN Aceh, Senin, 5 Oktober 2026, setelah BKKBN Aceh untuk pertama kali lolos passing grade 65 pada Self Assessment Questionnaire (SAQ).
Ketua KIA, Junaidi, mengapresiasi capaian tersebut. SAQ memiliki bobot 80 persen dan visitasi 20 persen dalam penilaian. “Kami mengapresiasi BKKBN Aceh karena tahun ini pertama kalinya lolos passing grade 65 SAQ. Semoga dapat lolos ke tahap berikutnya dan memperoleh hasil terbaik,” ujarnya.
Dalam visitasi, KIA meninjau komitmen pimpinan sebagai Atasan PPID, kelengkapan dokumen layanan, sarana Desk PPID, serta inovasi pelayanan. Dari sisi website, KIA menilai informasi BKKBN Aceh sudah sangat baik, namun mendorong peningkatan followers dan engagement Instagram melalui konten relevan.
Junaidi menekankan tiga kunci keberhasilan KIP, yaitu atensi pimpinan, dukungan anggaran, dan pemahaman regulasi PPID.
Sekretaris BKKBN Aceh, Ihya, menegaskan keterbukaan informasi adalah kewajiban pelayanan. “Ini merupakan kewajiban kita untuk memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsa, serta pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Ihya memaparkan profil lembaga dengan total 834 pegawai, capaian nol sengketa informasi pada 2025, serta nilai SKM Triwulan II 2026 sebesar 91,90 dan IPAK 97,26 dengan predikat Sangat Baik. BKKBN Aceh juga merencanakan layanan berbasis disabilitas pada 2027 dan PKS PPID dengan KIA.
Terkait data, BKKBN Aceh menjelaskan layanan informasi Keluarga Risiko Stunting (KRS) by name by address yang pernah dimohonkan Kejati telah diberikan sesuai ketentuan. “Data dan informasi yang kami olah dan sebarkan tentunya juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Ihya.
Dua inovasi unggulan turut dipaparkan. Inovator BANDIT, Hildan, menyebut halaman interaksi publik BANDIT telah dikunjungi 11 ribu pengunjung dengan informasi indeks kependudukan hingga layanan Keluarga Berkualitas. “Kami juga melibatkan penyuluh KB nasional yang dapat memberikan dampak kepada penyuluh KB di Aceh,” katanya.
Inovator Rumoh Fitri, Fitriana, menjelaskan inovasinya membuka interaksi lewat podcast, media sosial, dan kerja sama dengan RRI serta survei kepuasan masyarakat.
Menanggapi masukan Instagram, Jopi Dian Saputra menjelaskan akun saat ini merupakan akun baru setelah akun lama @kemendukbangga_bkkbnaceh dengan 20 ribu pengikut terblokir dan akan ditindaklanjuti untuk peningkatan engagement.
Pada program prioritas, Ketua Pokja Penggerakan dan Peran Serta, Efiyanti, menyebut MBG 3B untuk baduta, ibu hamil, dan ibu menyusui berjalan dengan dukungan Tim Pendamping Keluarga yang mengantar makanan langsung ke rumah. Sementara GENTING memberi bantuan nutrisi, jamban sehat, dan edukasi hingga tingkat gampong dengan prinsip keterbukaan melalui kanal media sosial. []
