Dua Kali Berturut Masuk Daftar Ilmuwan Top Dunia, Dekan FSH UIN Ar-Raniry Tembus World’s Top 2% Scientists 2026

BANDA ACEH – Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mursyid Djawas, kembali masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026.

Capaian ini menjadi kali kedua bagi Mursyid setelah sebelumnya tercatat dalam daftar yang sama pada 2025.

Pengakuan tersebut menambah catatan kontribusi akademisi UIN Ar-Raniry di tingkat internasional, khususnya dalam pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah. Mursyid yang pernah menjabat Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Ar-Raniry, selama ini fokus pada keilmuan hukum Islam dan hukum keluarga.

Daftar World’s Top 2% Scientists disusun berdasarkan indikator bibliometrik yang dikembangkan peneliti Stanford University dan dipublikasikan melalui Elsevier. Penilaiannya mencakup sitasi karya ilmiah dan dampak publikasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Daftar tersebut mencakup dua kategori, yakni dampak ilmiah sepanjang karier dan dampak sitasi tahunan.

Kajian hukum Islam dan hukum keluarga menjadi bagian penting dalam pengembangan keilmuan yang relevan dengan dinamika masyarakat. Persoalan perceraian, kewajiban nafkah anak, kewarisan, serta perubahan sosial membutuhkan penelitian yang mampu menghubungkan landasan keilmuan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.

Dalam konteks tersebut, penelitian akademik tidak hanya memperkaya literatur, tetapi juga membuka ruang pemahaman yang lebih mendalam terhadap persoalan hukum dan sosial. Publikasi ilmiah memungkinkan hasil penelitian diakses, dikaji, dan dirujuk oleh peneliti lain di berbagai negara.

Sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Mursyid mengemban tanggung jawab mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan budaya akademik di lingkungan fakultas. Penguatan kapasitas dosen, peningkatan mutu publikasi, dan perluasan kolaborasi akademik menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi.

Kepemimpinan akademik juga berkaitan dengan upaya membangun lingkungan ilmiah yang produktif, mendorong lahirnya gagasan baru, serta membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa terlibat dalam penelitian berkualitas.

Samarah dan El-Usrah Tembus Scopus

Penguatan publikasi ilmiah juga terlihat melalui perkembangan jurnal akademik di UIN Ar-Raniry. Dua jurnal di bidang hukum keluarga dan hukum Islam, yakni _Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam_ serta _El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga_, tercatat telah terindeks Scopus.

Selain melakukan penelitian dan menerbitkan karya ilmiah, Mursyid juga aktif menjadi narasumber dalam berbagai pelatihan penulisan artikel dan pengelolaan jurnal di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya berbagi pengalaman dan memperkuat kapasitas publikasi ilmiah.

Masuknya akademisi UIN Ar-Raniry dalam daftar ilmuwan berpengaruh dunia memperlihatkan peluang perguruan tinggi di daerah untuk berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan internasional. Jangkauan penelitian tidak semata-mata ditentukan oleh lokasi institusi, tetapi juga oleh kualitas karya, relevansi gagasan, dan keterlibatan dalam perkembangan bidang keilmuan.

Bagi UIN Ar-Raniry, penguatan riset dan publikasi menjadi bagian dari upaya membangun reputasi institusi sekaligus memperluas kontribusi pendidikan tinggi Islam Indonesia. Upaya tersebut membutuhkan dukungan tata kelola penelitian, peningkatan kompetensi penulis, pengelolaan jurnal yang profesional, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian lainnya.

Meski demikian, pengakuan internasional bukanlah akhir perjalanan akademik. Konsistensi penelitian, integritas ilmiah, dan kebermanfaatan hasil kajian tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam lingkungan perguruan tinggi Islam, penelitian juga diharapkan mampu menghubungkan kedalaman keilmuan dengan nilai-nilai etika dan kemaslahatan masyarakat, sehingga tidak berhenti pada publikasi, tetapi turut memperkaya pemikiran dan membantu menjawab persoalan kehidupan.

Masuknya Prof. Dr. Mursyid Djawas dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 menjadi capaian yang patut diapresiasi sekaligus dorongan bagi penguatan budaya riset di UIN Ar-Raniry. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *