BBPOM Aceh Dorong Distribusi Kontrasepsi yang Aman dan Bermutu

ACEH BESAR – BBPOM Aceh bersama Perwakilan  BKKBN Provinsi Aceh memperkuat tata kelola alat dan obat kontrasepsi (Alokon) melalui kegiatan Penggerakan Sistem dan Pembinaan Penguatan Tata Kelola Alokon di Kabupaten Aceh Besar, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Tim Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Aceh ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Alokon, menyusul adanya temuan obat kedaluwarsa, distribusi yang belum optimal, serta kerusakan kemasan akibat kondisi suhu penyimpanan yang tidak sesuai.

“Pengelolaan Alokon yang tepat menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan program Keluarga Berencana (KB), sekaligus memastikan alat dan obat kontrasepsi tetap terjaga mutu, keamanan, dan kelayakannya hingga digunakan oleh masyarakat,” kata Naila pada  kegiatan Inspeksi Obat BBPOM Aceh.

BACA JUGA  BBPOM Aceh Bekali Pegawai dengan Pelatihan Public Speaking

Naila merupakan
Ketua Tim Inspeksi Obat BBPOM Aceh, dan  narasumber yang  memaparkan pentingnya penerapan **Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB)** untuk menjaga mutu dan keamanan obat kontrasepsi selama proses penyimpanan hingga pendistribusian.

“Mengapa harus CDOB? Karena CDOB adalah kunci utama untuk menjaga mutu obat yang dihasilkan oleh industri farmasi agar tetap konsisten dan stabil sepanjang jalur distribusi hingga sampai ke tangan pasien,” jelas Naila.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan distribusi obat dilakukan melalui pembinaan teknis, sertifikasi CDOB bagi fasilitas distribusi yang memenuhi persyaratan, serta pemeriksaan rutin dan verifikasi pemenuhan standar pada fasilitas terkait.

Penerapan prinsip distribusi yang baik diperlukan untuk meminimalkan risiko kerusakan obat, menjaga stabilitas produk, dan mencegah penyimpangan selama proses distribusi.

BACA JUGA  BBPOM Aceh Bangun Sinergi Lintas Instansi di Sabang

Pengawasan yang dilakukan  mengacu pada Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2025 tentang Standar Cara Distribusi Obat yang Baik.

Penerapan standar tersebut  menjadi bagian dari upaya memastikan obat dikelola sesuai ketentuan sehingga mutu dan keamanannya tetap terjaga sampai kepada pengguna.

Melalui kegiatan pembinaan ini, BKKBN Aceh dan BBPOM Aceh mendorong Dinas Kesehatan serta puskesmas di Kabupaten Aceh Besar untuk memperbaiki tata kelola penyimpanan Alokon.

Langkah yang perlu diperkuat meliputi pembenahan fasilitas penyimpanan, penyediaan alat pemantau suhu, serta penerapan prosedur pengelolaan obat sesuai standar.

Pengendalian suhu menjadi perhatian penting karena kondisi penyimpanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi stabilitas produk tertentu dan berpotensi menyebabkan kerusakan.

Selain itu, pengelolaan persediaan yang baik diperlukan untuk mencegah penumpukan stok dan memastikan obat digunakan sebelum melewati masa kedaluwarsa.

BACA JUGA  BBPOM Aceh dan Polda Aceh Kompak Putus Rantai Peredaran Obat dan Pangan Ilegal

Dengan pengelolaan yang lebih tertib, fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mampu meningkatkan ketepatan perencanaan kebutuhan, penyimpanan, pemantauan persediaan, serta distribusi Alokon sesuai kebutuhan pelayanan.

Kolaborasi BKKBN Aceh dan BBPOM Aceh menjadi bagian penting dalam memperkuat pengelolaan Alokon dari sisi program Keluarga Berencana maupun aspek mutu dan keamanan obat.

Sinergi ini diharapkan mendorong peningkatan kepatuhan terhadap standar pengelolaan, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan reproduksi kepada masyarakat.

Melalui pembinaan dan perbaikan tata kelola yang berkelanjutan, Alokon diharapkan tersedia dalam kondisi yang layak, terjaga mutunya, dan dikelola sesuai ketentuan.

Dengan demikian, dukungan terhadap program Keluarga Berencana dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat. (**)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *