BANDA ACEH — Kelangkaan semen yang masih terjadi di sejumlah wilayah Aceh mendapat perhatian serius dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, HT Ibrahim. Ia mendatangi PT Solusi Bangun Andalas (SBA) pada Rabu (19/8/2026) untuk mendorong penyelesaian persoalan pasokan dan distribusi semen.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan semen masyarakat tetap terpenuhi. Ketersediaan bahan bangunan ini dinilai penting, terutama bagi masyarakat, pelaku usaha, serta kegiatan pembangunan yang berlangsung di berbagai daerah di Aceh.
HT Ibrahim atau yang akrab disapa Ampon Bram datang ke PT SBA bersama Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron. Herman Khaeron juga merupakan anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat yang memiliki lingkup tugas terkait sektor BUMN.
Dalam pertemuan dengan jajaran PT SBA, pembahasan difokuskan pada kondisi pasokan semen di pasaran. Selain itu, turut dibahas langkah yang dapat ditempuh perusahaan agar produksi dan distribusi semen segera kembali berjalan normal.
Menurut HT Ibrahim, persoalan kelangkaan semen perlu ditangani secara cepat. Jika berlangsung berkepanjangan, kondisi tersebut berpotensi menyulitkan masyarakat sekaligus menghambat aktivitas pembangunan dan usaha yang membutuhkan semen sebagai material utama.
“Kita ingin memastikan ketersediaan di pasaran. Sehingga masyarakat mudah mendapatkan semen. Kita meminta SBA harus segera mencari solusi terhadap kelangkaan semen ini,” ujar pria yang akrab disapa Ampon Bram itu.
Ia menilai DPR RI memiliki peran pengawasan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terhadap material pembangunan dapat terpenuhi. Karena itu, komunikasi langsung dengan perusahaan menjadi penting untuk mengetahui kendala yang menyebabkan pasokan semen terganggu.
HT Ibrahim juga mendorong PT SBA mengambil langkah strategis untuk memperlancar kembali produksi dan distribusi semen. Menurutnya, perbaikan pasokan tidak cukup hanya dilakukan pada sisi produksi, tetapi juga harus dibarengi dengan distribusi yang efektif hingga ke tingkat konsumen.
Dengan demikian, ketersediaan semen tidak hanya terjaga di pusat distribusi, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Aceh.
“Yang paling penting masyarakat jangan sampai kesulitan mendapatkan semen. Kita berharap persoalan ini segera diselesaikan dan ketersediaan semen kembali normal di pasaran,” tegasnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan Fraksi Partai Demokrat di DPR RI. Pengawasan itu diarahkan untuk memastikan perusahaan strategis dapat menjalankan perannya secara optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
HT Ibrahim berharap persoalan pasokan semen di Aceh tidak berlarut-larut. Ia menekankan perlunya langkah nyata dan cepat agar kebutuhan masyarakat serta kelancaran pembangunan tidak terganggu akibat keterbatasan semen di pasaran. (**)
