BANDA ACEH – Pasca Safari ke wilayah Barat Selatan (Barsela) Calon Ketua PWI Aceh, Sahyuti Achmad memunculkan sebuah program inovatif yang tidak membebankan anggota.
Sayuti Achmad kepada media Jumat 23 Oktober 2026, menegaskan, jika ia terpilih nanti akan melahirkan program inovatif sehingga para anggota tidak terbebani dengan pungutan organisasi.
Kendati iuran Pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI sudah merupakan iuran wajib setiap anggota ketika membuat atau memperpanjang.
“Benar itu kewajiban anggota sebesar Rp 250 ribu tiap perpanjangan dan pembuatan kartu baru,” ungkap Sayuti Achmad.
Namun Sayuti Achmad akan membangun sebuah inovasi sehingga tidak membebankan anggota.
![]()
“Kalau saya terpilih, iuran wajib KTA dibebaskan. Untuk menyetor ke pusat itu ditanggung PWI Aceh,” jelasnya.
Calon Ketua PWI Aceh, Sayuti Achmad di dampingi tim pemenangan mengembalikan pendaftaran kepada panitia SF Konferprof XIII PWI Aceh, Senin (19/10/2026).
Begitu pun, Sayuti Achmad mengharamkan kebiasaan ‘donasi’ setiap ada kegiatan PWI Aceh. Sebagaimana selama ini anggota menjerit bathin ketika hampir setiap kegiatan, misal maulid dan kegiatan lain.
“Saya sudah mendapat curhatan banyak dari anggota seluruh Aceh,” tambahnya.
Karena itu, Sayuti Achmad mengajak para anggota PWI seluruh Aceh untuk bersama membangun rumah besar wartawan menjadi pemersatu.
“Janganlah kita menyusahkan dan membebankan anggota dengan donasi ” pungkasnya. (**)
