BANDA ACEH – Bank Aceh bersama PT Taspen (Persero) Cabang Banda Aceh menggelar sosialisasi mengenai hak dan kewajiban peserta Taspen serta program Wirausaha Pintar bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) di lingkungan Pemerintah Aceh, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua lembaga dalam mempersiapkan aparatur sipil negara menghadapi masa purnabakti dengan lebih siap, baik dari sisi pemahaman hak pensiun, pengelolaan keuangan, maupun pengembangan usaha agar tetap produktif setelah tidak lagi aktif sebagai ASN.
Direktur Bisnis Bank Aceh, Erwin Konadi, mengatakan masa pensiun seharusnya dipandang sebagai awal perjalanan baru yang membutuhkan perencanaan matang, bukan sebagai akhir dari aktivitas dan produktivitas.
Menurutnya, kesiapan finansial dan kemampuan memanfaatkan peluang usaha menjadi faktor penting agar para pensiunan tetap mandiri dan memiliki kualitas hidup yang baik.
“Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan masa persiapan pensiun dengan sebaik-baiknya melalui perencanaan keuangan yang matang dan pemanfaatan peluang usaha yang sesuai dengan potensi masing-masing,” ujar Erwin.
Ia menjelaskan, Bank Aceh terus berkomitmen menghadirkan berbagai layanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk aparatur sipil negara yang akan memasuki masa pensiun.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai hak dan kewajiban sebagai peserta Taspen, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai peluang berwirausaha sebagai alternatif untuk tetap produktif setelah memasuki masa purnatugas.
Selain itu, Erwin turut mengajak para peserta memanfaatkan layanan digital Action Bank Aceh guna mempermudah transaksi keuangan serta mendukung pengelolaan usaha secara lebih efektif.
Bank Aceh juga menyediakan berbagai produk dan layanan yang dirancang khusus bagi calon pensiunan maupun pensiunan, termasuk fasilitas pembiayaan pra-pensiun dan pembiayaan pensiun yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup maupun mengembangkan usaha setelah memasuki masa purnabakti.
Sementara itu, Kepala PT Taspen (Persero) Cabang Banda Aceh, Junaizar, mengatakan sinergi dengan Bank Aceh merupakan bagian dari pelayanan terpadu kepada ASN agar memperoleh informasi yang lengkap mengenai manfaat program pensiun serta berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan sebelum maupun sesudah memasuki masa pensiun.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol apresiasi atas kolaborasi antara Bank Aceh dan PT Taspen (Persero). Selanjutnya, peserta mengikuti pemaparan materi dari PT Taspen mengenai hak dan kewajiban peserta, materi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta sosialisasi layanan pembiayaan dan layanan pensiun yang disediakan Bank Aceh.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memperoleh penjelasan langsung dari para narasumber terkait pengelolaan dana pensiun, administrasi kepegawaian, hingga peluang usaha yang dapat dijalankan setelah pensiun.
Melalui kolaborasi tersebut, Bank Aceh berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah Aceh, tidak hanya dalam menyediakan layanan perbankan, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya aparatur sipil negara yang memasuki masa purnabakti.
Kerja sama antara Bank Aceh, PT Taspen, dan Pemerintah Aceh diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas sehingga para ASN dapat menjalani masa pensiun dengan lebih sejahtera, mandiri, produktif, serta tetap memiliki kontribusi positif bagi masyarakat.
