Ketua BRA Sebut Keakraban Mualem dan Mentan Buka Peluang Manfaat bagi Penerima Reintegrasi

BANDA ACEH — Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaluddin SH, MKn meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan isi pertemuan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Ia menilai informasi yang beredar di media sosial perlu dilihat secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi berbeda dari konteks pembicaraan sebenarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Jamaluddin menyusul ramainya informasi mengenai pertemuan Mualem dan Menteri Pertanian. Sejumlah informasi yang beredar bahkan memunculkan kesan seolah-olah terdapat persoalan antara Pemerintah Aceh dan Kementerian Pertanian terkait penyaluran bantuan untuk pemulihan sektor pertanian pascabencana.

Menurut Jamaluddin, anggapan tersebut tidak sesuai dengan fakta pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pertemuan itu merupakan agenda BRA bersama Kementerian Pertanian untuk membahas sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan program BRA.

BACA JUGA  Gubernur Muzakir Manaf Lantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh 

“Jadi tidak ada persoalan antara Mualem dengan Menteri Pertanian. Kita malah patut berterimakasih kepada Pak Menteri Andi Amran Sulaiman yang mengucurkan berbagai bantuan untuk Aceh,” jelas Jamaluddin, di Banda Aceh, Sabtu (8/8/2026).

Jamaluddin mengatakan dukungan Kementerian Pertanian untuk Aceh mencakup sejumlah kebutuhan penting di sektor pertanian yang terdampak bencana.

Bantuan tersebut antara lain diarahkan untuk revitalisasi sawah, pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), penyediaan benih dan bibit, hingga berbagai bentuk program bantuan lainnya.

Karena itu, menurut dia, hubungan baik antara Pemerintah Aceh dan Kementerian Pertanian justru menjadi peluang yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Aceh.

BACA JUGA  Pertemuan Strategis: Wali Nanggroe dan Mendagri Matangkan Pembangunan Aceh

Jamaluddin juga membantah anggapan bahwa Menteri Pertanian memojokkan Pemerintah Aceh dalam pertemuan tersebut. Ia menyebut potongan informasi dan video yang beredar di media sosial hanya menggambarkan sebagian kecil dari pembicaraan yang berlangsung sekitar satu jam.

Sebagai pihak yang hadir langsung dalam pertemuan itu, Jamaluddin mengaku mengetahui keseluruhan pembicaraan. Ia menegaskan tidak ada pernyataan Menteri Pertanian yang menyudutkan Mualem maupun Pemerintah Aceh.

“Tidak ada satu kalimat pun dari Bapak Menteri Andi Amran Sulaiman dalam pembicaraan tersebut yang menyudutkan kami. Keakrabat Pak Menteri dan Gubernur Aceh justru akan ada keuntungan bagi Pemerintah Aceh dalam pemenuhan hak korban bencana dan subjek reintegrasi,” jelas Jamaluddin.

BACA JUGA  Jelajahi Keindahan Sabang dengan Mudah dan Nyaman bersama Ke Sabang Aja Tour & Travel!

Jamaluddin menilai kedekatan antara Mualem dan Menteri Pertanian dapat menjadi modal penting dalam memperkuat koordinasi pemerintah, terutama untuk memperjuangkan berbagai kebutuhan Aceh setelah bencana.

Ia berharap masyarakat, khususnya pengguna media sosial, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang hanya menampilkan potongan peristiwa.

Menurutnya, informasi yang disampaikan secara tidak utuh berpotensi membentuk framing yang keliru dan menimbulkan kesan seolah-olah terjadi perselisihan antara Pemerintah Aceh dan Kementerian Pertanian.

Jamaluddin kembali mengingatkan agar informasi mengenai pertemuan tersebut dicermati berdasarkan konteks keseluruhan. Dengan demikian, komunikasi dan kerja sama antara Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat dapat terus berjalan untuk mendukung pemulihan Aceh serta pemenuhan hak korban bencana dan subjek reintegrasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *