KUTACANE – Kodim 0108/Aceh Tenggara terus mendorong percepatan penyelesaian pembangunan jembatan gantung di Desa Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah. Personel Babinsa Koramil jajaran Kodim 0108/Agara bersama masyarakat bergotong royong menuntaskan sejumlah pekerjaan pada tahap akhir pembangunan, Selasa (11/08/2026).
Memasuki tahap finishing, pengerjaan difokuskan pada sejumlah bagian yang masih membutuhkan penyempurnaan. Di antaranya pengecatan lantai jembatan, pengecatan tiang penyangga, serta pengecoran landasan jembatan.
Aktivitas di lokasi berlangsung dengan melibatkan personel Babinsa dan warga. Mereka berbagi tugas untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa agar jembatan segera siap digunakan.
Kehadiran Babinsa tidak hanya membantu mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menggerakkan partisipasi masyarakat. Semangat gotong royong terlihat dari keterlibatan warga dalam menyiapkan material, melakukan pengecatan, hingga membantu pekerjaan pengecoran.
Danposramil Darul Hasanah, Peltu Dedi Cahyadi, mengatakan percepatan pekerjaan tetap dilakukan dengan mengutamakan kualitas konstruksi dan keselamatan pengguna.
“Pekerjaan finishing terus kami kebut bersama warga. Beberapa bagian yang dikerjakan meliputi pengecatan lantai, pengecatan tiang penyangga dan pengecoran landasan jembatan. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga jembatan bisa digunakan masyarakat dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Menurut Dedi, tahap finishing menjadi bagian penting sebelum jembatan difungsikan. Penyelesaian setiap bagian konstruksi dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi jembatan agar hasil akhirnya kuat dan layak digunakan.
Selama pengerjaan berlangsung, personel Babinsa bersama masyarakat terus bahu-membahu di lokasi. Kerja bersama tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap fasilitas yang memiliki manfaat langsung bagi kehidupan warga.
Jembatan gantung di Desa Kuta Ujung memiliki peran penting bagi masyarakat Kecamatan Darul Hasanah. Akses tersebut digunakan warga untuk menuju areal pertanian dan perkebunan serta mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.
Bagi warga yang bekerja sebagai petani dan pekebun, keberadaan jembatan yang aman dapat memudahkan mobilitas menuju lahan. Hasil pertanian dan berbagai kebutuhan juga diharapkan lebih mudah dibawa melalui akses tersebut.
Jembatan itu juga menunjang kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat. Akses penyeberangan yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi hambatan warga ketika bepergian untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan kegiatan lainnya.
Karena memiliki fungsi penting, penyelesaian pembangunan terus dipacu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Namun, kecepatan pengerjaan tetap diimbangi dengan perhatian terhadap kualitas dan aspek keselamatan.
“Kami berharap pekerjaan ini segera selesai dan jembatan dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Yang paling utama adalah faktor keselamatan, sehingga jembatan benar-benar dalam kondisi baik dan nyaman saat digunakan,” tambahnya.
Keterlibatan Kodim 0108/Agara melalui Babinsa dalam penyelesaian jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat di wilayah binaan. Personel TNI hadir bersama warga untuk mengatasi kebutuhan pembangunan yang manfaatnya dirasakan secara langsung.
Kegiatan gotong royong juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Warga ikut mengambil bagian dalam pembangunan sehingga tumbuh rasa memiliki terhadap jembatan yang nantinya menjadi fasilitas bersama.
Salah seorang warga Desa Kuta Ujung menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan. Menurutnya, akses tersebut sangat dibutuhkan warga yang setiap hari menuju kebun dan lahan pertanian.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Apalagi banyak warga yang menggunakan akses ini untuk menuju kebun dan beraktivitas. Kami berharap setelah selesai nanti jembatan ini bisa digunakan dengan lebih aman dan nyaman,” ungkapnya.
Selain mempercepat pekerjaan, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat dinilai mampu membangun semangat kebersamaan. Warga terdorong untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas tersebut setelah nantinya selesai digunakan.
Perawatan menjadi hal penting agar jembatan tetap berada dalam kondisi baik dan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Tanggung jawab menjaga fasilitas umum diharapkan menjadi bagian dari kesadaran bersama masyarakat.
Penyelesaian jembatan gantung ini juga menunjukkan peran Kodim 0108/Agara dalam mendukung pembangunan di wilayah teritorialnya. Sinergi antara Babinsa dan masyarakat diharapkan terus terpelihara, terutama dalam kegiatan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Dengan rampungnya seluruh pekerjaan, jembatan gantung Desa Kuta Ujung diharapkan segera dapat digunakan secara optimal. Selain memperlancar mobilitas, keberadaan jembatan tersebut diharapkan turut mendukung aktivitas pertanian, perkebunan, pendidikan, sosial, dan perekonomian masyarakat Kecamatan Darul Hasanah.
Gotong royong yang terbangun selama proses pengerjaan menjadi kekuatan tersendiri dalam menyelesaikan fasilitas tersebut. Kolaborasi Kodim 0108/Agara bersama masyarakat diharapkan terus berlanjut untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Aceh Tenggara.
