Pengerjaan Jembatan Bailey Bale Redelong Bener Meriah Capai 85 Persen, TNI dan Warga terus Kebut Penyelesaian

REDELONG — Akses vital di Kabupaten Bener Meriah kini makin dekat menuju pemulihan total. Pembangunan Jembatan Bailey di ruas jalan lintas KKA, Desa Bale Redelong, Kecamatan Bukit, terus dipacu secara masif. Hingga Selasa (15/9/2026), progres pengerjaan fisik jembatan yang digarap lewat kerja sama erat TNI dan warga setempat ini telah menembus 85 persen.

Proyek ini menjadi langkah krusial dalam memulihkan konektivitas antardesa pascabencana hidrometeorologi yang sempat melumpuhkan sejumlah infrastruktur penting di Bener Meriah.

Kemanunggalan TNI dan Bahu-membahu Warga

Sinergi di lapangan begitu terasa. Personel TNI bersama warga saling bahu-membahu menuntaskan tahapan demi tahapan konstruksi agar jalur transportasi strategis tersebut dapat segera beroperasi normal.

Danramil 06/Bukit, Kapten Inf Dodi Kurniawan, mengonfirmasi bahwa kerangka dan konstruksi utama Jembatan Bailey telah berdiri. Tim gabungan kini fokus pada tahap finishing dan penyempurnaan detail teknis.

“Pembangunan Jembatan Bailey di Desa Bale Redelong saat ini sudah mencapai 85 persen. Pengerjaannya dilakukan oleh TNI bersama masyarakat secara bergotong royong,” ujar Kapten Inf Dodi Kurniawan.

Beberapa pengerjaan teknis yang tengah dikebut antara lain pengencangan baut, pemasangan pasak penahan, serta kelengkapan komponen pendukung lainnya. Langkah ini wajib dipastikan presisi sebelum masuk ke tahap akhir, yaitu pemasangan alas lantai jembatan.

“Untuk saat ini konstruksi utama sudah terpasang. Selanjutnya masih dilakukan pengencangan baut-baut dan pasak pendukung hingga benar-benar kuat, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan lantai jembatan,” jelasnya.

Kapten Inf Dodi menegaskan bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan faktor keamanan. Ketelitian dan kelayakan struktur tetap menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan kendaraan serta mobilitas warga yang melintas kelak.

Percepat Pemulihan Akses Pascabencana

Pembangunan kembali akses Bale Redelong menjadi angin segar bagi masyarakat Kecamatan Bukit dan sekitarnya yang sempat terdampak bencana hidrometeorologi.

“Pasca terjadinya bencana hidrometeorologi tahun lalu, secara bertahap akses jembatan, khususnya di wilayah Kecamatan Bukit, mulai kembali tersambung. Ini tentunya sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.

Ruas jalan lintas KKA merupakan nadi utama aktivitas warga, mulai dari pengangkutan hasil bumi, akses pendidikan, hingga distribusi logistik harian. Dengan beroperasinya jembatan ini nantinya, efisiensi waktu tempuh dan roda perekonomian kawasan diyakini akan kembali bergairah.

Nilai Luhur Gotong Royong

Keberhasilan menembus angka 85 persen tak lepas dari tingginya kesadaran dan partisipasi aktif warga lokal. Keterlibatan masyarakat membuktikan tingginya kepedulian bersama dalam memulihkan fasilitas publik secara mandiri dan cepat.

Danramil 06/Bukit memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi warga yang tanpa lelah mendampingi personel TNI di lapangan.

“Kita berharap dalam waktu dekat Jembatan Bale Redelong yang berada di ruas jalan lintas KKA ini dapat segera difungsikan, sehingga dapat memperlancar aktivitas dan mendukung mobilitas masyarakat,” pungkasnya.

Sisa pengerjaan sebesar 15 persen ditargetkan tuntas dalam waktu dekat. Begitu seluruh tahapan rampung, Jembatan Bailey Bale Redelong siap menjadi simbol kebangkitan mobilitas sosial dan ekonomi warga Kabupaten Bener Meriah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *