ACEH SELATAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan memasuki tahap akhir. Namun, manfaat program di Labuhanhaji Timur tidak berhenti setelah pembangunan rumah layak huni (RTLH) rampung.
Satgas TMMD kini mulai menata lingkungan sekitar rumah penerima manfaat agar pembangunan yang telah dilakukan dapat memberi dampak lebih panjang. Lahan di sekitar rumah disiapkan untuk ditanami palawija, kandang ayam mulai diisi, dan kolam ikan mulai dimanfaatkan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Dengan konsep itu, pembangunan RTLH tidak hanya menghasilkan tempat tinggal yang lebih layak. Rumah tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi keluarga penerima manfaat untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menegaskan bahwa pembangunan rumah harus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penerimanya.
“TMMD tidak boleh berhenti ketika rumah selesai dibangun. Kita ingin rumah ini menjadi titik awal kehidupan yang lebih baik. Karena itu, sektor pendukungnya juga kita tata, mulai dari palawija, ayam hingga ikan, sehingga penerima manfaat memiliki sumber pangan sekaligus peluang ekonomi yang bisa dikembangkan ke depan,” ujar Andrino.
Menurut Andrino, penataan sektor pendukung tersebut merupakan bagian dari strategi Satgas agar manfaat TMMD tetap berjalan meski kegiatan resmi segera berakhir.
“Yang kita bangun bukan hanya rumahnya, tetapi juga ekosistem kehidupannya. Harapannya, masyarakat bisa merawat, mengembangkan dan menjadikan apa yang sudah kita mulai ini sebagai modal untuk hidup lebih mandiri,” katanya.
Memasuki masa penutupan TMMD ke-129, Satgas tidak hanya mengejar penyelesaian sasaran fisik. Perhatian juga diarahkan pada bagaimana hasil pembangunan dapat digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat.
Kehadiran lahan palawija, ternak ayam, dan kolam ikan di sekitar rumah menjadi langkah sederhana untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga. Jika dikelola secara konsisten, potensi tersebut juga dapat berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan.
Pada akhirnya, rumah layak huni yang dibangun melalui TMMD ke-129 bukan sekadar bangunan baru. Di baliknya ada upaya mendorong ketahanan pangan, kemandirian keluarga, dan harapan ekonomi yang dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Labuhanhaji Timur.
