TMMD ke-129 Kodim 0107 Aceh Selatan Resmi Ditutup

ACEH SELATAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan resmi berakhir. Penutupan kegiatan dilakukan Inspektur Kodam Iskandar Muda (Irdam IM) Brigjen TNI Heri Purwanto, SE, M.Sc., melalui upacara di Lapangan Bola Kemumu Hilir, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (13/8/2026).

Upacara tersebut menjadi penanda berakhirnya pengabdian Satgas TMMD selama satu bulan di tengah masyarakat. Meski kegiatan resmi ditutup, hasil pembangunan yang telah dikerjakan diharapkan terus memberikan manfaat bagi warga.

Penutupan TMMD dihadiri unsur TNI, Forkopimda Aceh Selatan, Muspika Labuhanhaji Timur, kepala desa, jajaran instansi terkait, tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan. Laporan tersebut mencakup sasaran fisik maupun nonfisik yang telah dilaksanakan selama program berlangsung.

Dalam amanatnya, Irdam IM Brigjen TNI Heri Purwanto menegaskan bahwa TMMD merupakan operasi bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral. Pelaksanaannya melibatkan TNI, pemerintah daerah, Polri, instansi terkait serta seluruh komponen masyarakat.

Menurutnya, TMMD tidak hanya ditujukan untuk mempercepat pembangunan daerah. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

BACA JUGA  TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Resmi Ditutup

“TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih mendasar, yaitu menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, semangat bela negara, serta memperkuat wawasan kebangsaan dan nasionalisme masyarakat,” demikian disampaikan dalam amanatnya.

Pelaksanaan TMMD di Aceh Selatan juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat. Pembangunan tidak hanya diarahkan pada infrastruktur tetapi turut menyentuh ketahanan pangan dan kemandirian keluarga.

Salah satu bentuknya terlihat pada pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Rumah yang direhabilitasi turut dilengkapi sarana produktif seperti ayam petelur, budi daya ikan dan tanaman palawija dalam polybag.

Langkah tersebut membuat pembangunan rumah memiliki manfaat yang lebih luas. Hunian yang layak diharapkan dapat menjadi tempat tumbuhnya aktivitas produktif keluarga.

Ayam petelur, ikan dan tanaman palawija dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga. Pada saat yang sama, hasilnya juga berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan.

Dengan konsep tersebut, pembangunan RTLH tidak berhenti pada perbaikan kondisi fisik rumah. Program ini diarahkan untuk membuka peluang bagi keluarga penerima manfaat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA  Jelang Penutupan TMMD ke-129 Satgas Kodim 0102/Pidie Kebutan Finishing Lima MCK dan Sumur Bor

Selain rumah warga, pembangunan akses jalan menjadi salah satu sasaran utama TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan. Pembukaan dan pembangunan badan jalan diharapkan memperlancar mobilitas warga serta membuka akses menuju wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Akses tersebut juga diharapkan mendukung masyarakat dalam memperoleh pelayanan serta memperlancar kegiatan sosial dan ekonomi desa.

Sasaran lainnya adalah pembangunan sumur bor. Fasilitas ini diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.

Ketersediaan sumber air diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga. Selain menunjang kebutuhan rumah tangga, keberadaan sumur bor dapat mendukung aktivitas masyarakat di lingkungan sekitar.

Berbagai sasaran tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur berdasarkan jumlah bangunan yang selesai. Hal yang lebih penting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Karena itu, Irdam IM meminta masyarakat menjaga hasil pembangunan yang telah diwujudkan selama pelaksanaan TMMD.

“Kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat harus terus dijaga. Hasil pembangunan yang telah dicapai hendaknya dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya agar memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat,” pesannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan TMMD ke-129. Penghargaan tersebut diberikan kepada Forkopimda, jajaran TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, instansi terkait, tokoh agama, tokoh pemuda serta masyarakat.

BACA JUGA  Jelang Penutupan TMMD ke-129 Tim Teknisi Kodim 0102/Pidie Tuntaskan Instalasi Listrik MCK

Seluruh rangkaian upacara penutupan berlangsung aman, tertib dan lancar. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat gotong royong dalam pembangunan desa.

TMMD ke-129 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Tema tersebut menjadi pijakan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Mulai dari pembangunan rumah, akses jalan hingga penyediaan air bersih, seluruh sasaran diarahkan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi warga.

Kini, setelah Satgas TMMD meninggalkan lokasi, tanggung jawab untuk menjaga hasil pembangunan berada di tangan masyarakat bersama pemerintah daerah. Pemanfaatan dan perawatan yang berkelanjutan akan menentukan seberapa besar manfaat program tersebut dalam jangka panjang.

TMMD ke-129 memang telah ditutup. Namun, semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat diharapkan tetap tumbuh dan menjadi kekuatan untuk melanjutkan pembangunan di desa.

Bagi masyarakat Aceh Selatan, hasil TMMD bukan sekadar fasilitas baru. Di balik pembangunan tersebut terdapat harapan agar desa semakin mudah berkembang dan keluarga semakin mampu berdiri secara mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *