Seluruh Sasaran TMMD ke-129 Kodim 0102 Pidie Rampung 100 Persen

PIDIE – Seluruh sasaran Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0102/Pidie dinyatakan rampung 100 persen. Kepastian tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima hasil pelaksanaan TMMD antara Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi dan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.Sos.

Penandatanganan berlangsung saat upacara penutupan TMMD ke-129 di Lapangan Bola Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Kamis (13/8/2026).

Serah terima tersebut menjadi tanda beralihnya hasil pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie untuk selanjutnya dimanfaatkan dan dipelihara bersama oleh masyarakat.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi mengatakan seluruh target yang telah ditetapkan berhasil diselesaikan selama pelaksanaan program.

“Seluruh sasaran fisik dan nonfisik TMMD ke-129 telah selesai 100 persen. Apa yang telah kami bangun merupakan hasil kerja bersama antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. Karena itu, kami berharap seluruh hasil pembangunan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dijaga bersama,” ujarnya.

Sejumlah sasaran fisik menjadi bagian utama program tersebut. Di antaranya pelebaran dan pengerasan jalan pertanian sepanjang 2.200 meter, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) serta pembangunan lima titik sumur bor dan MCK.

Pembangunan jalan pertanian menjadi salah satu sasaran yang diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Akses yang lebih baik dapat membantu memperlancar mobilitas warga sekaligus memudahkan petani dalam membawa hasil pertanian.

Sementara rehabilitasi lima rumah tidak layak huni memberikan perubahan langsung bagi keluarga penerima manfaat. Rumah yang telah diperbaiki diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

Pembangunan sumur bor dan MCK juga menjadi bagian penting karena berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan akses warga terhadap air bersih dan sanitasi.

Selain sasaran utama, Satgas TMMD menjalankan sejumlah program tambahan yang menyasar sektor pertanian dan ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi penanaman jagung di lahan pertanian dan penanaman pohon keras produktif.

Penerima manfaat RTLH juga mendapat dukungan sarana produktif berupa kolam ikan lele, kandang ayam petelur dan polybag sayuran. Program tersebut diarahkan untuk mendorong ketahanan pangan sekaligus membuka peluang tambahan bagi ekonomi keluarga.

Tidak hanya pembangunan fisik, TMMD ke-129 juga diisi berbagai kegiatan nonfisik. Penyuluhan pertanian, sosialisasi bahaya narkoba dan kegiatan wawasan kebangsaan menjadi bagian dari program untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat.

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah memberikan apresiasi kepada TNI khususnya Kodim 0102/Pidie atas pelaksanaan TMMD yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan TMMD ke-129 ini. Manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para petani dan warga kurang mampu di Desa Lhok Panah,” kata Sarjani.

Menurut Sarjani, keberhasilan pelaksanaan TMMD tidak terlepas dari kerja sama yang terjalin antara Kodim 0102/Pidie dan Pemerintah Kabupaten Pidie. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga meminta warga ikut menjaga seluruh hasil pembangunan yang telah diserahkan agar manfaatnya dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga apa yang telah dibangun. Mudah-mudahan ke depan kegiatan seperti TMMD ini kembali hadir di Kabupaten Pidie, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program pembangunan dan pemberdayaan seperti ini,” harapnya.

Dengan penandatanganan naskah serah terima tersebut, seluruh rangkaian TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie resmi berakhir. Namun, pembangunan yang telah dilakukan diharapkan menjadi awal bagi masyarakat untuk terus bergerak dan mengembangkan potensi desa.

Hasil TMMD bukan hanya jalan yang diperbaiki, rumah yang direhabilitasi atau fasilitas air bersih yang dibangun. Lebih dari itu, program tersebut meninggalkan semangat gotong royong dan kolaborasi yang diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat.

Kini, tanggung jawab menjaga dan mengoptimalkan hasil pembangunan berada bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Dengan perawatan serta pemanfaatan yang tepat, hasil TMMD diharapkan menjadi modal penting untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan warga Desa Lhok Panah.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *