Tim Gabungan Kembali Tangani Karhutla di Gampong Drien Aceh Selatan

ACEH SELATAN – Tim gabungan kembali melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan lahan Gampong Drien, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, Senin (31/8/2026). Sekitar 50 personel dikerahkan untuk menyisir dan mendinginkan sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap guna mencegah munculnya kembali api.

Pantauan di lokasi menunjukkan masih terdapat sejumlah bagian lahan yang mengeluarkan kepulan asap tipis. Kondisi tersebut menjadi perhatian personel gabungan karena asap mengindikasikan kemungkinan masih adanya bara di dalam lapisan lahan.

Untuk memastikan kawasan benar-benar aman, personel melakukan penyisiran secara menyeluruh ke sejumlah titik yang terpantau mengeluarkan asap. Setiap titik kemudian dilakukan pembasahan dan pendinginan secara bertahap hingga dipastikan tidak lagi menyimpan bara.

Personel yang terlibat berasal dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Pemerintah Kecamatan Bakongan dan Kecamatan Kota Bahagia, personel Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), serta masyarakat setempat.

Koordinator Lapangan, Danramil 09/Trumon Tengah Kapten Inf Faisal Kurniawan, mengatakan penanganan tersebut merupakan kelanjutan dari upaya pemadaman yang telah dilakukan sebelumnya.

“Untuk hari ini, kita melanjutkan proses yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Fokus kita adalah titik-titik asap yang masih muncul dan berpotensi menimbulkan bara kembali,” ujar Kapten Inf Faisal Kurniawan.

Ia menjelaskan, penanganan Karhutla tidak berhenti setelah api di permukaan berhasil dipadamkan. Penyisiran dan pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal di bawah permukaan lahan.

BACA JUGA  Hasil Survei Citra Naik 73,1%, Polri Terus Genjot Kinerja dan Pelayanan untuk Masyarakat

Bara yang berada di dalam lapisan lahan dapat bertahan dalam kondisi tertentu dan berpotensi kembali menimbulkan asap maupun api apabila didukung kondisi lingkungan yang kering.

“Medan yang kita hadapi cukup sulit, jarak juga menjadi kendala, ditambah sumber air yang terbatas. Karena itu, kita harus melakukan penanganan secara bertahap dan memastikan setiap lokasi yang sudah dipadamkan benar-benar aman,” jelasnya.

Dalam proses penanganan, personel terlebih dahulu menyisir kawasan untuk menemukan titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Setelah titik ditemukan, dilakukan pembasahan menggunakan sumber air yang tersedia. Lokasi kemudian diperiksa kembali guna memastikan tidak ada bara yang masih tersisa.

Kondisi medan yang sulit menjadi salah satu tantangan utama bagi tim gabungan. Jarak menuju lokasi cukup jauh dan sebagian kawasan tidak mudah dijangkau. Keterbatasan sumber air juga mengharuskan personel menggunakannya secara efektif agar proses pemadaman dan pendinginan dapat terus berlangsung.

Meski menghadapi berbagai kendala, seluruh unsur yang terlibat tetap bekerja secara bersama-sama. Koordinasi dilakukan untuk menentukan titik-titik prioritas, terutama lokasi yang masih menunjukkan adanya asap atau memiliki potensi kembali terbakar.

Selain keberhasilan penanganan, keselamatan personel juga menjadi perhatian selama operasi berlangsung. Mengingat kondisi medan yang sulit dan masih terdapat potensi bara, setiap pergerakan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi lingkungan sekitar.

BACA JUGA  Babinsa Peukan Bada Jalin Kedekatan Lewat Komsos dengan Warga Desa

“Kita harus memastikan setiap titik yang ditangani benar-benar padam dan tidak menyisakan bara yang dapat kembali memicu kebakaran. Keselamatan personel juga tetap menjadi perhatian utama selama berada di lapangan,” tegasnya.

Tim gabungan juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi lahan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik lain yang mengeluarkan asap maupun menunjukkan tanda-tanda munculnya kembali api.

Keterlibatan masyarakat setempat turut mendukung penanganan Karhutla. Warga bersama personel TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, dan TNGL ikut melakukan penyisiran serta membantu menangani sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.

Sinergi antara aparat, pemerintah, petugas teknis, dan masyarakat dinilai penting dalam penanganan Karhutla, terutama di kawasan yang luas dengan kondisi medan yang sulit. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya pemadaman dan pendinginan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Salah seorang masyarakat setempat, Hamid (50), mengapresiasi upaya tim gabungan yang turun langsung menangani Karhutla di kawasan tersebut.

“Kami masyarakat sangat berterima kasih kepada TNI, Polri, BPBD, pemerintah, TNGL dan semua pihak yang sudah turun langsung ke lokasi. Kondisi lahannya memang sulit dan jauh, tetapi mereka tetap berusaha memadamkan asap dan bara yang masih ada,” ujar Hamid.

Menurut Hamid, kehadiran tim gabungan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sebab, kebakaran yang tidak segera ditangani dikhawatirkan dapat meluas ke kawasan lainnya.

“Kami berharap kebakaran ini benar-benar bisa dipadamkan sampai tidak ada lagi asap dan bara. Kami juga berharap masyarakat ikut menjaga dan tidak melakukan kegiatan yang bisa menyebabkan kebakaran,” tambahnya.

BACA JUGA  HUT ke-10 PKBB Aceh Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan dan Semangat Pengabdian Lintas Generasi

Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di sekitar kawasan.

“Kalau ada yang melihat asap atau api, sebaiknya segera dilaporkan. Jangan menunggu sampai api membesar, karena kalau sudah meluas tentu akan lebih sulit untuk dipadamkan,” ungkapnya.

Hingga Senin siang, proses penyisiran dan pendinginan masih terus dilakukan tim gabungan. Setiap titik yang ditemukan mengeluarkan asap diperiksa dan dilakukan pembasahan untuk memastikan bara tidak kembali menyala.

Penanganan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi medan, ketersediaan sumber air, serta keselamatan seluruh personel. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya kembali api sekaligus mengantisipasi meluasnya kebakaran ke bagian lahan lainnya.

Tim gabungan juga akan terus melakukan pemantauan terhadap kawasan Gampong Drien. Apabila masih ditemukan kepulan asap atau tanda-tanda adanya bara, personel akan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan.

Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, TNGL, dan masyarakat diharapkan terus terjaga hingga kawasan benar-benar dinyatakan aman dari ancaman Karhutla. Selain penanganan di lapangan, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran juga menjadi faktor penting dalam mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *