ACEH SINGKIL – Pembangunan Jembatan Gantung Desa Serasah di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, terus dikebut. Hingga Selasa, 1 September 2026, pengerjaan jembatan yang menghubungkan Desa Cibubukan dan Desa Serasah itu telah mencapai 36,15 persen.
Kemajuan tersebut didukung kerja bersama personel TNI, karyawan sipil, dan masyarakat. Sebanyak 12 personel TNI jajaran Kodim 0109/Aceh Singkil, 10 karyawan sipil, serta lima warga terlibat langsung dalam pekerjaan di lokasi pembangunan.
Kehadiran jembatan ini menjadi perhatian masyarakat karena akses tersebut diproyeksikan memperlancar mobilitas warga di dua desa. Selain menunjang aktivitas harian, jembatan diharapkan memudahkan warga mengangkut hasil kebun serta memperkuat hubungan ekonomi antardesa.
Di lokasi pembangunan, sejumlah pekerjaan konstruksi terus dilakukan. Tahapan yang dikerjakan meliputi pendirian tiang pylon tepi jauh, pengecatan tiang jembatan, hingga pembukaan mal abutmen tepi jauh.
Pendirian tiang pylon menjadi salah satu pekerjaan penting karena struktur tersebut akan menopang sistem konstruksi jembatan gantung. Pemasangannya dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan ketepatan posisi dan kondisi teknis di lapangan.
Pengecatan tiang jembatan juga terus dikerjakan pada bagian yang telah siap. Selain menjadi bagian dari proses pembangunan, pengecatan berfungsi membantu melindungi struktur dari pengaruh lingkungan sehingga konstruksi dapat terjaga dengan baik.
Pada sisi lain, pembukaan mal abutmen tepi jauh dilakukan untuk mendukung penyelesaian konstruksi pada bagian sisi jembatan. Setiap pekerjaan dilaksanakan mengikuti tahapan yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Gotong Royong TNI dan Warga
Pembangunan Jembatan Gantung Desa Serasah tidak hanya menjadi pekerjaan konstruksi. Keterlibatan masyarakat bersama TNI memperlihatkan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan fasilitas yang dibutuhkan warga.
Personel TNI, pekerja sipil, dan masyarakat saling membantu dalam pekerjaan sesuai kebutuhan di lapangan. Interaksi tersebut sekaligus memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.
Bagi warga Desa Cibubukan dan Desa Serasah, keberadaan jembatan ini dinilai penting untuk mengatasi keterbatasan akses penghubung. Selama ini, kondisi akses menjadi salah satu kendala ketika warga menjalankan aktivitas harian maupun membawa hasil pertanian dan perkebunan.
Setelah pembangunan rampung, jembatan diharapkan memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat. Warga dapat menggunakannya untuk mendukung perjalanan antardesa sekaligus memperlancar distribusi hasil kebun menuju lokasi pemasaran.
Dampak pembangunan juga diharapkan tidak berhenti pada kemudahan transportasi. Akses yang lebih baik berpotensi membuka ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat dan mempererat hubungan sosial antara Desa Cibubukan dan Desa Serasah.
Salah seorang warga menyampaikan apresiasi atas pembangunan Jembatan Gantung Desa Serasah yang selama ini dinantikan masyarakat. Menurutnya, jembatan tersebut akan memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sekaligus mempercepat akses kedua desa.
«“Pembangunan jembatan ini sangat kami harapkan. Kalau sudah selesai, tentu akan sangat membantu masyarakat, terutama untuk aktivitas sehari-hari dan membawa hasil kebun,” ungkapnya.»
Masyarakat berharap pengerjaan jembatan terus berlangsung lancar hingga seluruh tahapan selesai. Jembatan tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat langsung bagi warga.
Keterlibatan TNI, pekerja sipil, dan masyarakat dalam proses pembangunan juga mendapat respons positif. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Aceh Singkil.
Dengan capaian 36,15 persen per 1 September 2026, pembangunan Jembatan Gantung Desa Serasah masih terus berlanjut. Jika seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai rencana, jembatan ini diharapkan menjadi akses penting yang memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil.
