BANDA ACEH — PT Solusi Bangun Andalas (SBA) memastikan ketersediaan pasokan Semen Andalas di seluruh wilayah Aceh kini telah kembali pulih dan melimpah. Kepastian ini menjadi angin segar bagi percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Sebelumnya, tingginya permintaan material akibat pembangunan hunian dan fasilitas publik secara serentak pascabanjir yang melanda 18 kabupaten/kota sempat memicu tantangan distribusi dan kelangkaan semen di pasaran.
Namun, seiring optimalisasi pasokan yang dilakukan PT SBA, arus distribusi ritel kini kembali lancar. Bahkan, volume penjualan ritel semen di wilayah Aceh mencatatkan tren kenaikan positif menandai bergeliatnya kembali aktivitas pemulihan di masyarakat.
Dengan pulihnya rantai pasokan dari PT SBA, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir akan ketersediaan material utama pembangunan. Langkah taktis yang ditempuh PT SBA diharapkan mampu mengawal percepatan pemulihan ekonomi dan pemukiman warga di Aceh.
Menanggapi permintaan pasar Pihak produsen PT SBA memastikan akan terus melakukan Penyesuaian distribusi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
Humas PT Solusi Bangun Andalas, Faraby, menegaskan bahwa pihak perusahaan berkomitmen penuh untuk menjaga kelancaran pasokan serta stabilitas harga resmi dari tingkat pabrikan.
“Untuk kawasan bencana tidak ada kenaikan harga, akan tetapi kita tidak bisa mengontrol keadaan yang ada di lapangan atau pasar,” Ujar Faraby pada Media Opsipedia.id di Banda Aceh, Kamis sore (3/9/2026).
PT SBA ingin menegaskan bahwa jika ada lonjakan harga semen di toko-toko saat dalam masa bencana, hal itu terjadi murni akibat dinamika pasar eceran, bukan karena kenaikan harga resmi dari pihak pabrik.
