UIN Ar-Raniry Banda Aceh Luluskan 1.618 Wisudawan Termasuk 11 Mahasiswa Asing Asal Malaysia

BANDA ACEH โ€” Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali mencetak rekor capaian akademik melalui gelaran Wisuda Gelombang III Tahun 2026. Sebanyak 1.618 lulusan dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor secara resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung selama tiga hari, 6โ€“8 Oktober 2026, di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Momen kelulusan periode ini terasa istimewa lantaran menunjukkan jangkauan akademik kampus yang kian meluas. Dari ribuan peserta, terdapat 11 mahasiswa asing asal Malaysia yang berhasil menyelesaikan studi mereka.
Rincian Jenjang dan Predikat Kelulusan
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf MA menjelaskan komposisi lulusan pada periode ini. Total peserta wisuda mencakup 1.466 lulusan program sarjana, 122 lulusan magister, serta 30 lulusan doktor.
Kehadiran mahasiswa luar negeri dalam barisan alumni anyar ini mencerminkan komitmen kampus dalam memperkuat jejaring global.
“Pada Wisuda Gelombang III Tahun 2026 ini, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh juga menunjukkan penguatan internasionalisasi akademik dengan meluluskan 11 mahasiswa asing yang semuanya berasal dari Malaysia,” kata Yasir.
Capaian akademik para wisudawan tergolong memuaskan:
  • Cumlaude: 698 lulusan
  • Pujian: 378 lulusan
  • Sangat Baik: 533 lulusan
  • Baik: 9 lulusan
Dengan bertambahnya 1.618 lulusan baru ini, total alumni UIN Ar-Raniry sejak awal berdiri hingga saat ini telah menembus angka 68.132 orang.
Rektor Tekankan Pentingnya Integritas dan Moral
Rangkaian acara wisuda hari pertama, Selasa (6/10/2026), diperuntukkan bagi lulusan Pascasarjana, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Dalam amanatnya, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg menekankan bahwa gelar akademik yang diraih tidak boleh hanya sekadar menjadi simbol kecerdasan intelektual. Ia menyoroti fenomena maraknya penyalahgunaan wewenang dan tindak pidana korupsi yang justru kerap melibatkan jajaran akademisi bermoral minim.
“Hari ini banyak ilmuwan, banyak orang pandai, banyak orang yang berilmu, tapi dia tidak memiliki integritas, tidak jujur, tidak amanah,” kata Mujiburrahman.
Lebih lanjut, Mujiburrahman menegaskan pentingnya kejujuran sebagai benteng moral utama saat alumni melangkah ke ruang publik maupun dunia kerja.
“Betapa banyak hari ini korupsi yang dilakukan oleh para pejabat di negeri ini. Itu adalah orang-orang yang pandai secara ilmuwan. Namun, dia tidak memiliki integritas moral yang tinggi, maka dia tidak jujur, dia tidak amanah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tingginya kompetensi tanpa diimbangi kejujuran hanya akan melahirkan potensi masalah besar di masa depan. Sebagai penutup pesannya, ia mendorong seluruh wisudawan untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara kepandaian akademik dan keluhuran budi pekerti.
“Jadikanlah kombinasi kompetensi dan integritas ini sebagai dasar agar saudara-saudari senantiasa sukses di lapangan pengabdian masing-masing,” kata dia.
BACA JUGA  Perkuat Daya Saing Lulusan di Dunia Kerja, UIN Ar-Raniry Genjot Sertifikasi Profesi BNSP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *