Bupati dan Wabup Aceh Besar Pantau Seleksi JPT Pastikan Rekrutmen Berlangsung Transparan

ACEH BESAR – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris bersama Wakil Bupati Drs. H. Syukri A. Jalil meninjau langsung pelaksanaan hari terakhir seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Peninjauan dilakukan saat tahapan presentasi dan wawancara yang berlangsung di Ruang Rapat Perumdam Tirta Mountala, Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (29/7/2026).

Kehadiran kedua pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk memastikan seluruh proses rekrutmen pejabat pimpinan tinggi berjalan secara terbuka, objektif, dan mampu menghasilkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang profesional.

Seleksi terbuka JPT Pratama sendiri telah dimulai sejak 11 Juni 2026 dan memasuki tahapan akhir pada Rabu. Proses ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Aceh Besar menempatkan aparatur terbaik pada posisi strategis guna memperkuat kualitas pelayanan publik.

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris mengatakan dirinya ingin melihat secara langsung mekanisme seleksi yang dijalankan oleh panitia seleksi.

BACA JUGA  Bunda PAUD Aceh Besar Perkuat Sinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini

“Alhamdulillah hari ini kami dengan Wakil Bupati Aceh Besar Bapak Drs. H. Syukri A. Jalil dapat mengunjungi proses terakhir dari rekrutmen atau seleksi JPT untuk usulan kepala dinas. Kehadiran kami ingin melihat langsung proses ini, kami ingin lihat modelnya bagaimana?. Jadi kami lihat sudah sangat bagus, adanya keterbukaan antar peserta dengan Tim Pansel,” ujar Bupati yang akrab disapa Syech Muharram.

Menurutnya, proses seleksi terbuka menjadi langkah penting untuk melahirkan pejabat yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya serta mampu menjawab kebutuhan organisasi pemerintahan.

“Jadi seleksi ini sengaja kami laksanakan, kami ingin betul-betul lahir pimpinan-pimpinan OPD yang memang betul-betul ahlinya,” ujarnya.

Syech Muharram juga mengapresiasi tingginya minat aparatur sipil negara (ASN) Aceh Besar dalam mengikuti seleksi tersebut. Berdasarkan laporan panitia, banyak peserta tampil dengan gagasan dan visi yang dinilai mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

BACA JUGA  Pemkab Aceh Besar Terima Audiensi dan Keluhan Guru PPPK

“Jadi dengan pelaksaan seleksi ini, kami perlu melihat bakat dari para ASN di Aceh Besar yang sudah banyak tampil dan memiliki syarat. Menurut laporan panitia atau Tim Panitia Pelaksana banyak yang punya visi misi dan antusias menjadi kepala dinas,” katanya.

Ia menjelaskan, pendaftaran seleksi telah dibuka sejak 11 Juni 2026 dan ditutup pada 9 Juli 2026 setelah dua kali masa perpanjangan.

Dari 12 jabatan yang dibuka, sebanyak 10 jabatan telah menyelesaikan seluruh tahapan seleksi. Sementara dua jabatan lainnya belum dapat dilanjutkan karena jumlah peserta belum memenuhi ketentuan minimal.

“Dari 12 dinas yang kita buka, 2 dinas yang belum mencukupi syarat, karena pesertanya hanya tiga orang, jadi masih kurang. Jadi pesertanya minimal harus empat calon baru bisa diuji kopetensinnya atau diseleksi. Sepuluh dinas yang sudah selesai seleksi, yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Arsip, Sekretaris Dewan, Inspektorat, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan/Perikanan dan Badan Kesbangpol,” tuturnya.

BACA JUGA  Pj Bupati Iswanto Kenalkan Perangkat Daerah Kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar Terpilih

Selanjutnya, hasil seleksi akan dirangkum oleh tim panitia seleksi sebelum diserahkan kepada Bupati Aceh Besar sebagai dasar penetapan nama-nama yang akan diusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Syech Muharram berharap proses administrasi dapat berjalan cepat sehingga jabatan pimpinan tinggi yang masih kosong segera terisi pejabat definitif.

“Mudah mudahan dalam waktu dekat Tim Pansel sudah dapat menyimpulkan dan menyerahkan kepada Bupati dan kami akan bermuyawarah dengan Wakil Bupati, kemudian pihaknya akan mengusulkan ke BKN. Insya Allah kita berharap minggu depan dapat kita lantik. Sekarang banyak dinas dinas di Aceh Besar yang belum definitif. Kita berharap nantinya mereka dapat bekerja dengan stafnya untuk mengasilkan layanan terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *