Illiza Buka Peluang Investasi di Banda Aceh Bersama PT Situ Seno Nusantara

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai menjajaki peluang kerja sama investasi dengan PT Situ Seno Nusantara untuk mendorong pengembangan sejumlah sektor potensial di Aceh. Penjajakan tersebut mencakup bidang kelautan dan perikanan, energi, biosains hingga pariwisata.

Peluang kolaborasi itu dibahas dalam pertemuan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama perwakilan PT Situ Seno Nusantara di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (25/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi antara pihak perusahaan dan pemerintah daerah. Kedua pihak turut membahas potensi pengembangan usaha yang dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

PT Situ Seno Nusantara dipimpin oleh Chief Executive Officer (CEO), Shouli Ma atau yang dikenal dengan Mary. Perusahaan tersebut telah beroperasi selama 20 tahun dan memiliki fokus usaha pada empat sektor utama.

BACA JUGA  Peringatan HUT Kota ke-820 Usung Tema “Banda Aceh Kota Kolaborasi”

Keempat sektor tersebut meliputi kelautan dan perikanan, energi, biosains dan penelitian obat-obatan, serta pariwisata.

Bidang kelautan dan perikanan menjadi salah satu sektor yang berpotensi dikembangkan melalui peningkatan nilai tambah hasil tangkapan nelayan. Penguatan teknologi pengolahan juga dapat membuka peluang bagi produk perikanan Aceh untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain itu, sektor energi turut menjadi perhatian dalam pembahasan peluang investasi. Penjajakan kerja sama di bidang ini diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi sumber daya yang dimiliki daerah.

BACA JUGA  Warga Lueng Bata Nikmati Sembako Bersubsidi, Pemko Banda Aceh Pangkas Harga Rp80 Ribu per Paket

Peluang lainnya terdapat pada sektor pariwisata. Pengembangan destinasi dan peningkatan kualitas layanan dinilai dapat memperkuat daya saing pariwisata Aceh.

Pihak PT Situ Seno Nusantara menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah Aceh. Namun, setiap rencana investasi tetap harus mengikuti ketentuan dan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kajian kelayakan sebelum kerja sama direalisasikan. Kepastian sumber pembiayaan menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan agar proyek dapat berjalan secara terukur.

Selain kelayakan usaha, investasi yang masuk diharapkan memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat. Pembukaan lapangan kerja bagi tenaga lokal juga menjadi salah satu pertimbangan penting.

BACA JUGA  Hingga 31 Oktober! Pemko Buka Ruang Penyelesaian Tunggakan PBB-P2, Walikota Illiza: Kita Beri Keringanan Pajak “Besar-besaran”

Pemerintah daerah memastikan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah harus tetap menjadi prioritas dalam setiap rencana kerja sama.

Meski demikian, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan investasi secara final. Hingga saat ini, belum terdapat keputusan mengenai nilai investasi, proyek yang akan dijalankan, jadwal pelaksanaan, maupun perjanjian resmi antara kedua pihak.

Karena itu, pembahasan lanjutan masih diperlukan untuk memastikan kejelasan rencana bisnis, mitra pelaksana, serta mekanisme pengawasan.

Melalui penjajakan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap peluang investasi dapat berkembang menjadi kerja sama yang produktif. Investasi yang terencana dan transparan diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *