ACEH BESAR – Bunda Literasi Kabupaten Aceh Besar Rita Mayasari menegaskan komitmen kuatnya dalam membangun dan memperkuat budaya literasi hingga ke pelosok daerah. Langkah nyata ini dibuktikan melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi yang disahkan secara resmi melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Aceh Besar.
Pengukuhan Pokja Literasi telah dilaksanakan pada Festival Literasi Aceh Besar, Rabu 22 Juli 2026 lalu. Pokja Bunda Literasi tersebut diberi mandat khusus untuk menyusun, merancang, dan mengeksekusi berbagai program literasi yang terarah, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada peningkatan minat baca masyarakat.
Bunda Literasi Aceh Besar Rita Mayasari mengatakan selain penguatan kelembagaan, fokus utama Pokja ini adalah mendorong kemajuan Perpustakaan Gampong (desa), perpustakaan sekolah, hingga madrasah di seluruh wilayah Aceh Besar.

“Pemberdayaan perpustakaan ini dipandang sebagai sarana vital untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menyadari bahwa membangun budaya literasi tidak bisa dilakukan sendirian, Bunda Literasi Aceh Besar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama.
”Kami mengajak seluruh komunitas, pegiat literasi, hingga Raja, Ratu, dan Duta Baca untuk saling bergandengan tangan. Kolaborasi yang kuat adalah kunci utama agar gerakan literasi ini benar-benar hidup dan meluas,” ujarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, komunitas, dan para duta literasi, Kabupaten Aceh Besar optimistis mampu menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing tinggi melalui budaya membaca yang kuat.
