ACEH BESAR — Suasana Lapangan Bungong Jeumpa, Kota Jantho, Aceh Besar, mendadak hening ketika Sang Merah Putih perlahan diturunkan dari puncak tiang, Senin (17/8/2026) sore.
Prosesi tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian utama peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Aceh Besar.
Upacara penurunan bendera dipimpin Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil yang bertindak sebagai inspektur upacara. Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan khidmat dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Besar, jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, ASN, organisasi masyarakat, pelajar, hingga masyarakat.
Komandan upacara sekaligus Danton Pasukan Penurunan dipercayakan kepada Muhammad Wahyudi, S.H., M.H., Pamapta 3 SPKT Polres Aceh Besar.
Sementara itu, Komandan Peleton 17 dijalankan Ahmad Syaugie, pelajar SMA Negeri 1 Kota Jantho yang lahir di Kota Jantho pada 1 September 2009.
Adapun Komandan Peleton 45 dipercayakan kepada Khairul Mahfullah, pelajar MAS Ruhul Islam Anak Bangsa, kelahiran Lhok Pawoh, 4 Februari 2010.
Tugas penurunan bendera juga melibatkan Pasukan 8 yang terdiri dari putra-putri terpilih Aceh Besar. Mereka adalah Khandi Rayyandi, pelajar SMAN Modal Bangsa, kelahiran Banda Aceh, 7 Maret 2010; Ridha Ussalihin, pelajar SMAN 1 Indrapuri, kelahiran Aceh Besar, 21 Mei 2010; dan Muhammad Kanza Zakira, pelajar SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy, kelahiran Sabang, 7 Maret 2010.
Sementara pembawa baki dipercayakan kepada Cut Asyisyifa Asyara, pelajar SMA Negeri 1 Darul Imarah, kelahiran Bireuen, 14 Desember 2009.
Paskibraka Jalankan Tugas dengan Penuh Disiplin
Ketika pasukan bergerak menuju tiang bendera, suasana di Lapangan Bungong Jeumpa semakin khidmat. Peserta upacara berdiri tegap dan memberikan penghormatan saat prosesi penurunan Sang Merah Putih dimulai.
Dengan gerakan yang terukur, para anggota Paskibraka menjalankan setiap tahapan secara disiplin. Bendera Merah Putih diturunkan perlahan dari puncak tiang hingga akhirnya diterima pembawa baki untuk kemudian disimpan sesuai tata upacara.
Prosesi tersebut bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian seremonial peringatan kemerdekaan. Bagi para pelajar yang dipercaya menjadi anggota Paskibraka, tugas itu merupakan amanah untuk menjaga kehormatan Sang Merah Putih di hadapan masyarakat.
Keberhasilan mereka menjalankan tugas mendapat apresiasi dari peserta dan undangan yang hadir. Disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab yang ditunjukkan menjadi bagian penting dari pelaksanaan upacara penurunan bendera.
Semangat Kemerdekaan Tak Berhenti di Lapangan Upacara
Berakhirnya upacara penurunan bendera tidak serta-merta mengakhiri semangat peringatan kemerdekaan. Momentum tersebut kembali mengingatkan masyarakat tentang perjuangan para pahlawan sekaligus tanggung jawab generasi penerus dalam menjaga persatuan.
Kemerdekaan juga memiliki makna yang lebih luas. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kerja, pengabdian, persatuan, serta kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Sang Merah Putih akhirnya disimpan kembali dengan penuh penghormatan. Namun, nilai perjuangan yang menyertainya diharapkan tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Aceh Besar.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak sekadar berhenti pada rangkaian upacara, tetapi menjadi pengingat untuk terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui karya serta pengabdian kepada masyarakat. (**)
