Bukan Sekadar Bangun Jalan TMMD ke-129 Bekali Petani Lhok Panah Tingkatkan Hasil Pertanian

PIDIE – Pembangunan jalan bukan satu-satunya jejak yang ditinggalkan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie. Di tengah program pembangunan fisik, Satgas juga membekali masyarakat dengan pengetahuan yang diharapkan bisa meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan keluarga.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyuluhan pertanian, perkebunan dan peternakan yang digelar Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie bersama Dinas Pertanian Kabupaten Pidie di Meunasah Desa Lhok Panah, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan ini menyasar masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Para petani tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi langsung di lahan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Hasballah, S.P., hadir bersama tim penyuluh pertanian sebagai narasumber. Materi yang diberikan diarahkan pada persoalan yang dekat dengan keseharian petani, mulai dari pengelolaan lahan hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos.mengatakan, penyuluhan tersebut merupakan bagian penting dari sasaran nonfisik TMMD yang orientasinya tidak hanya menyelesaikan pembangunan selama program berlangsung, tetapi juga menyiapkan masyarakat agar mampu mengembangkan potensi desanya secara mandiri.

“TMMD bukan hanya tentang membangun jalan, jembatan maupun rumah. Yang tidak kalah penting adalah membangun sumber daya manusia. Melalui penyuluhan ini, kami ingin masyarakat mendapatkan pengetahuan yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, perkebunan dan peternakan,” ujar Letkol Inf Abdul Hadi.

BACA JUGA  Kunker Tim Wasev TMMD Ke-129 Disambut Hangat Forkopimda Kabupaten Pidie

Menurut Abdul Hadi, kemampuan petani dalam mengelola lahan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung ketahanan pangan. Karena itu, Satgas menggandeng Dinas Pertanian agar pengetahuan yang diterima masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Masyarakat dapat menerapkannya di lahan masing-masing, sehingga hasil pertanian meningkat dan pada akhirnya berdampak terhadap kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Hasballah mengatakan, penyuluhan pertanian memiliki peran penting dalam membantu petani meningkatkan cara pengelolaan usaha tani. Menurutnya, lahan yang tersedia perlu didukung dengan pengetahuan dan teknologi agar hasil yang diperoleh lebih optimal.

“Penyuluhan seperti ini sangat penting karena petani tidak cukup hanya memiliki lahan. Mereka juga membutuhkan pengetahuan dan teknologi untuk mengelola lahan secara tepat, mulai dari pengolahan tanah, pemilihan dan perawatan tanaman, pengendalian hama hingga pengelolaan ternak,” kata Hasballah.

Ia berharap materi yang disampaikan para penyuluh dalam rangkaian kegiatan non fisik TMMD ke 129 Kodim 0102/Pidie tersebut dapat menjadi bekal bagi masyarakat Desa Lhok Panah. Pengetahuan itu diharapkan tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi diterapkan dalam aktivitas pertanian dan peternakan sehari-hari.

BACA JUGA  Dari Rumah Reot Menjadi Hunian Layak TMMD ke-129 Wujudkan Impian Umar Amin di Lhok Panah

Dalam penyuluhan tersebut, warga mendapatkan materi mengenai teknik pengolahan lahan secara modern dan tepat guna. Penyuluh juga menjelaskan cara mengenali serta mengendalikan hama dan penyakit tanaman, pengelolaan tanaman perkebunan, hingga teknik penggemukan ternak agar lebih efisien.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Warga diberi ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan kendala yang selama ini mereka temui di lapangan.

Persoalan hama tanaman, pengolahan lahan hingga upaya meningkatkan produktivitas menjadi sejumlah hal yang dibahas bersama. Dengan pola seperti ini, materi penyuluhan tidak hanya bersifat teori, tetapi dapat disesuaikan dengan persoalan yang benar-benar dihadapi petani.

Bagi masyarakat Desa Lhok Panah, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru yang bisa langsung dibawa pulang dan dicoba di lahan masing-masing.

Lukman Hakim, salah seorang warga Desa Lhok Panah yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku mendapatkan banyak pemahaman baru mengenai teknik pertanian dan cara mengatasi hama tanaman.

“Kami sangat berterima kasih karena mendapatkan arahan langsung dari penyuluh. Selama ini ada beberapa hal yang kami lakukan berdasarkan kebiasaan, tetapi setelah mendapatkan penjelasan kami menjadi lebih mengerti bagaimana cara yang tepat,” ungkapnya.

BACA JUGA  Satgas TMMD Kodim 0107 Aceh Selatan Perkuat Pencegahan Stunting demi Wujudkan Generasi Sehat

Lukman berharap pengetahuan tersebut dapat diterapkan bersama sehingga hasil pertanian masyarakat Desa Lhok Panah semakin baik.

“Kami sekarang lebih mengerti tentang teknologi tepat guna dalam pertanian dan perkebunan. Semoga ilmu ini bisa kami terapkan sehingga hasil pertanian semakin baik dan dapat menambah pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Penyuluhan pertanian tersebut memperlihatkan sisi lain dari pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie. Program ini tidak hanya menyentuh pembangunan infrastruktur, tetapi juga berupaya memperkuat kemampuan masyarakat agar dapat mengelola potensi desa secara mandiri.

Pembangunan jalan, rehabilitasi rumah warga dan sejumlah fasilitas lainnya menjadi bagian dari sasaran fisik. Sementara melalui kegiatan penyuluhan, Satgas berupaya meninggalkan bekal yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah program TMMD berakhir.

Bagi petani Lhok Panah, pengetahuan tentang cara mengelola lahan, merawat tanaman dan mengatasi hama menjadi modal penting untuk meningkatkan produktivitas. Jika diterapkan secara konsisten, ilmu tersebut diharapkan dapat memberi dampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat pun menjadi bagian penting dalam rangkaian TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie. Harapannya, Desa Lhok Panah tidak hanya berkembang dari sisi infrastruktur, tetapi juga memiliki masyarakat yang semakin terampil, produktif dan mampu mengembangkan potensi pertanian sebagai kekuatan ekonomi desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *