Bangun Keluarga Berkualitas, Perwakilan BKKBN Aceh Sosialisasikan Program GATI di Lanud Sultan Iskandar Muda

ACEH BESAR – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Aceh bersama Forum Generasi Berencana (Genre) Aceh menggaungkan pentingnya peran ayah melalui sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda (Lanud SIM), Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang dirangkai dengan senam bersama keluarga besar Lanud SIM dalam rangka HUT ke-70 PIA Ardhya Garini ini menjadi upaya membangun keluarga yang harmonis, berkualitas, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Komandan Lanud SIM, Kolonel Pnb Suryo Anggoro, M.Tr (Han)., menyambut baik kolaborasi tersebut dan menilai GATI sejalan dengan nilai kedisiplinan dan keteladanan yang dijunjung TNI AU.

“Anak kita adalah cerminan diri kita. Tentu kita ingin anak-anak mampu meneladani hal-hal baik dari orang tuanya. Karena itu, kita harus menunjukkan sikap yang baik dan menjadi ayah yang teladan,” ujar Danlanud.

Ia menuturkan, pola asuh disiplin dari sang ayah yang merupakan bintara TNI AD menjadi bekal penting dalam membentuk karakter dan kesuksesan. Kegiatan ditandai dengan saling tukar cendera mata antara Lanud SIM dan BKKBN Aceh sebagai simbol penguatan sinergi.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga BKKBN Aceh, Dina Astita, S.Ag., M.Si., menjelaskan GATI merupakan satu dari lima program Quick Win Kemendukbangga/BKKBN bersama GENTING, TAMASYA, SIDAYA, dan Super Apps Keluarga Indonesia berbasis AI.

“GATI menumbuhkan kepedulian ayah maupun calon ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak dan membangun hubungan emosional yang positif,” jelas Dina.

Ia juga mendorong pembangunan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di lingkungan Lanud SIM sebagai percontohan pengasuhan berkualitas, serta mengenalkan program UPPKA dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga untuk penguatan ekonomi keluarga rentan.

“Kami berharap ke depan dapat dibangun lingkungan TAMASYA di Lanud Sultan Iskandar Muda sehingga dapat menjadi percontohan dalam penguatan kualitas pengasuhan anak,” ungkapnya.

Sesi interaktif dipandu Forum Genre Aceh, Fikrul Azka, yang mengingatkan usia ideal menikah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki, serta mengajak peserta merefleksikan kedekatan emosional melalui permainan sederhana tentang ungkapan kasih sayang kepada anak dan ayah. []

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *