Fasilitas RSUD Meuraxa Banyak yang Rusak, Pengelolaan Lingkungan Mengecewakan

BANDA ACEH — Kondisi kebersihan dan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Kota Banda Aceh menjadi sorotan publik.

Hasil pantauan media ini pada Jumat (21/8/2026), menemukan sejumlah masalah lingkungan dan sarana pendukung yang dinilai memerlukan perhatian serius dari pihak manajemen.

Dari hasil pantauan media ini, hal yang paling mengkhawatirkan di area rumah sakit ini adalah keberadaan jarum suntik bekas pakai yang tercecer di area tempat pasien maupun pengunjung menunggu pelayanan.

Padahal Kementerian Kesehatan telah mengatur bahwa pengolahan limbah medis dan limbah B3 wajib melalui prosedur penanganan khusus guna mencegah risiko cedera dan paparan bahaya kesehatan.

Kondisi di salah satu ruangan yang berada di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Foto: Dok. Pribadi/Opsipedia.id

Selain limbah medis, kebersihan lingkungan ruang perawatan juga dinilai kurang optimal. Sampah bungkusan dan hansaplas bekas tampak berserakan.

BACA JUGA  Illiza Lantik Emeraldha Sebagai Direktur Definitif RSUD Meuraxa Perkuat Transformasi Layanan Kesehatan

Begitu juga dengan lantai yang kotor meninggalkan bekas cap sandal, debu, serta ceceran cairan manis yang dikerumuni semut.

Ruangan pasien pun dipenuhi nyamuk, diduga akibat kondisi jendela yang rusak, tidak bisa ditutup rapat karena gagang jendela patah.

Kondisi fasilitas pendingin ruangan turut dikeluhkan oleh pasien dan keluarga pasien. AC terasa kurang dingin, sementara kipas angin yang terpasang diduga tidak lagi berfungsi dan hanya menjadi pajangan.

“Apakah fasilitas yang tersedia benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya atau hanya menjadi pelengkap dan pajangan ruangan?” ujar salah seorang pasien yang tidak ingin disebutkan namanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh keluarga pasien terkait ketidakfungsian fasilitas pendingin ruangan tersebut.

“Kipah angen ube raya keu peu yoe jen tok hanjeut ta pu udep,” tutur keluarga pasien.

BACA JUGA  RSUD Meuraxa Lunas Utang 2024, Wali Kota Banda Aceh Apresiasi Manajemen Rumah Sakit
Kondisi kipas angin yang ada di salah satu ruangan pasien di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Foto: Dok. Pribadi/Opsipedia.id

Masalah sarana dan kelayakan lingkungan ini bertolak belakang dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit yang mewajibkan upaya pengendalian penyehatan lingkungan serta penanganan binatang pembawa penyakit.

Namun hal itu juga dinilai tidak sejalan dengan misi RSUD Meuraxa milik Pemkot Banda Aceh tersebut yang berkomitmen meningkatkan sarana-prasarana serta menciptakan budaya kerja dan lingkungan yang sehat.

Isu ini menjadi kian strategis mengingat Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, baru saja melantik dr. Emiralda, M.Kes sebagai Direktur RSUD Meuraxa yang baru pada 3 Agustus 2026.

Pada saat itu Walikota menekankan pentingnya keselamatan pasien dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

BACA JUGA  RSUD Meuraxa Lunas Utang 2024, Wali Kota Banda Aceh Apresiasi Manajemen Rumah Sakit

Masyarakat dan pasien berharap manajemen RSUD Meuraxa segera memberikan klarifikasi terbuka serta mengambil langkah konkret perbaikan.

Pengawasan internal, pengelolaan limbah medis, pembersihan rutin, dan perawatan fasilitas sarana-prasarana sudah sepatutnya dijalankan secara konsisten demi menjamin hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang bersih, aman, dan nyaman.

Sementara itu, Direktur RSUD Meuraxa, Emiralda saat dikonfirmasi wartawan via aplikasi WhatsApp, Selasa 25 Agustus 2026, mengakui saat saat ini pihaknya memang sedang melakukan pembenahan sarana prasarana, dan juga pelayanan.

“Kami secara bertahap akan melakukan perbaikan sarana prasarana,juga penataan lingkungan, kebersihan serta mutu pelayanan,” ungkapnya.

“Insya Allah pembenahan akan terus kami lakukan sebagai komitmen mewujudkan visi misi RS dan pemko BNA,” sambungnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *