Pemkab Aceh Besar Optimalkan Pompanisasi Selamatkan Sawah Petani Kuta Cot Glie dari Ancaman Kekeringan

ACEH BESAR – Upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani. Melalui program pompanisasi yang didukung Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, pasokan air untuk areal persawahan di Gampong Keumireu, Kecamatan Kuta Cot Glie, kembali terjaga sehingga tanaman padi terhindar dari ancaman kekeringan.

Fasilitas pompa air tersebut disalurkan melalui skema pinjam pakai sebagai bagian dari penanganan darurat kekeringan yang saat ini melanda sejumlah kawasan pertanian di Aceh Besar. Bantuan itu dimanfaatkan untuk mengalirkan air ke sekitar lima hektare lahan sawah agar petani tetap dapat melanjutkan musim tanam tanpa khawatir kehilangan hasil panen.

Program tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, dalam mempercepat penanganan dampak kekeringan di wilayah sentra produksi padi.

BACA JUGA  Pemkab Aceh Besar Perkuat Penanganan Kekeringan Demi Jaga Air Bersih dan Sawah

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, STP, mengatakan pompanisasi menjadi salah satu langkah cepat yang ditempuh pemerintah daerah untuk membantu petani menghadapi berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.

“fasilitasi pompa ini merupakan langkah cepat untuk mengatasi kekurangan air di areal persawahan yang terdampak kemarau. Dengan adanya pompa tersebut, air dapat dialirkan ke lahan pertanian sehingga petani tetap bisa mengolah sawahnya dan potensi gagal panen dapat dicegah,” ujar Imam.

Imam juga menyampaikan apresiasi kepada BWS Sumatera I yang terus memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui penyediaan fasilitas pompa air. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kekeringan di sektor pertanian.

BACA JUGA  Cuaca Ekstrem di Aceh Besar: Pohon Tumbang, Atap Rumah Terbang, dan Imbauan BPBD

Ia menambahkan, sesuai arahan Bupati Aceh Besar, pemantauan terhadap lahan pertanian terdampak akan terus dilakukan. Kawasan yang mengalami kesulitan memperoleh air akan menjadi prioritas penanganan melalui program pompanisasi berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

“Pompanisasi menjadi salah satu solusi efektif untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau. Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat dapat terpenuhi dan petani tetap dapat berproduksi,” katanya.

Bantuan pompa air tersebut disambut antusias oleh para petani. Mereka menilai kehadiran fasilitas itu memberi harapan baru untuk mempertahankan tanaman padi yang sebelumnya terancam mengalami kekeringan akibat menurunnya pasokan air.

BACA JUGA  Pemkab Aceh Besar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Percepatan Pelaksanaan Program Presiden Prabowo

Salah seorang petani Gampong Keumireu, Munadi (37), mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap kondisi yang dihadapi petani di daerahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan BWS Sumatera I atas bantuan pompa ini. Semoga sawah kami tetap mendapatkan air sehingga tanaman padi bisa tumbuh dengan baik dan hasil panen nanti sesuai harapan,” demikian Munadi.

Dengan adanya program pompanisasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap produktivitas pertanian tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi mata pencaharian petani sekaligus menjaga ketahanan pangan di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *