ACEH TENGGARA – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, terus dikebut. Babinsa bersama personel Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 855/RD dan masyarakat bergotong royong menimbun pondasi tiang pylon, Rabu (12/8/2026).
Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari tahapan pembangunan jembatan yang diharapkan dapat membuka akses masyarakat antarwilayah. Jembatan ini nantinya juga diharapkan mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sejumlah personel TNI dan warga terlibat langsung dalam pengerjaan di lokasi. Mereka bersama-sama mengangkut material kemudian melakukan penimbunan pada bagian pondasi tiang pylon.
Penimbunan pondasi menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan konstruksi di lapangan.
Kebersamaan antara TNI dan masyarakat terlihat selama proses pengerjaan. Warga turut membantu pekerjaan sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat.
Babinsa Pelda Soldier mengatakan, keterlibatan masyarakat merupakan bentuk kebersamaan dalam mendukung pembangunan fasilitas umum yang akan digunakan bersama.
“Gotong royong bersama masyarakat ini merupakan bentuk kebersamaan dalam mendukung pembangunan jembatan. Selain mempercepat pekerjaan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan memiliki terhadap fasilitas yang nantinya digunakan bersama,” ujar Pelda Soldier.
Ia menjelaskan, percepatan pembangunan tetap harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, setiap tahapan pekerjaan perlu dikerjakan secara tepat agar kualitas jembatan tetap terjaga.
“Setiap hari progres pekerjaan terus berjalan dan akan terus kita kebut. Namun, kecepatan tetap harus diimbangi dengan kualitas pekerjaan. Target memang harus dikejar, tetapi kualitas dan ketepatan pekerjaan tetap menjadi prioritas utama karena jembatan ini nantinya digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Buka Akses yang Lebih Mudah
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Lawe Ger Ger diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses menuju wilayah lain.
Sebagian warga harus menempuh jalur yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas. Kondisi tersebut membuat perjalanan membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.
Kebutuhan akses dirasakan dalam berbagai bidang. Mulai dari kegiatan ekonomi hingga pendidikan dan aktivitas sosial masyarakat.
Bagi petani, jembatan nantinya diharapkan mempermudah pengangkutan hasil pertanian. Hasil produksi dapat dibawa dari lokasi pertanian menuju permukiman atau tempat pemasaran dengan akses yang lebih baik.
Hal serupa juga dirasakan anak-anak sekolah. Akses yang lebih mudah diharapkan membuat perjalanan menuju tempat pendidikan menjadi lebih singkat dan efisien.
Keberadaan jembatan juga akan membantu warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mobilitas antarwilayah diharapkan menjadi lebih lancar setelah fasilitas tersebut selesai dibangun.
Dorong Ekonomi Masyarakat
Jembatan Gantung Perintis tidak hanya ditujukan untuk memperlancar perjalanan warga. Infrastruktur tersebut juga diharapkan memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Akses yang lebih baik dapat mempermudah perdagangan dan distribusi hasil pertanian. Warga juga akan lebih mudah menjangkau wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan maupun menjalankan kegiatan ekonomi.
Kemudahan akses diharapkan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas usaha. Pengangkutan barang dan hasil produksi juga dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Selain sektor ekonomi, pembangunan jembatan berpotensi memperkuat hubungan sosial antarwilayah. Masyarakat akan lebih mudah mengikuti kegiatan kemasyarakatan, keagamaan dan berbagai kegiatan sosial.
Dengan akses yang semakin terbuka, interaksi antarwarga diharapkan semakin meningkat. Jembatan nantinya menjadi sarana penting yang menghubungkan masyarakat sekaligus mendukung berbagai aktivitas.
Warga Ikut Terlibat dalam Pembangunan
Gotong royong menjadi bagian penting dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis. Keterlibatan masyarakat menunjukkan dukungan warga terhadap fasilitas yang nantinya akan digunakan secara bersama.
Partisipasi tersebut juga diharapkan menumbuhkan rasa memiliki. Masyarakat tidak hanya menerima manfaat dari jembatan, tetapi ikut berperan dalam proses pembangunannya.
Rasa memiliki menjadi modal penting untuk menjaga fasilitas setelah selesai digunakan. Warga diharapkan ikut merawat jembatan agar tetap aman dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Masyarakat Desa Lawe Ger Ger menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Keberadaan fasilitas ini dinilai dapat menjawab kebutuhan warga terhadap akses yang lebih mudah.
Bagi masyarakat, jembatan bukan sekadar sarana penghubung. Infrastruktur tersebut diharapkan membawa manfaat bagi aktivitas ekonomi, pendidikan dan kehidupan sosial warga.
Kerja sama antara Babinsa, personel Yon TP 855/RD dan masyarakat diharapkan terus berlangsung hingga seluruh tahapan pembangunan selesai.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan di lokasi menjadi bukti bahwa dukungan masyarakat memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan fasilitas umum.
Dengan selesainya Jembatan Gantung Perintis nantinya, warga Desa Lawe Ger Ger diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah, aman dan efisien.
Jembatan tersebut juga diharapkan mampu mendukung peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan dan sosial masyarakat di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.
