BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong penguatan tata kelola data di lingkungan pemerintahan. Sebanyak 52 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mendapatkan pembekalan teknis terkait pemanfaatan Portal Satu Data untuk meningkatkan kualitas pengelolaan informasi sektoral.
Pembekalan tersebut berlangsung melalui Workshop Pemanfaatan Portal Satu Data Kabupaten/Kota, Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan operator perangkat daerah dalam menginput, mengelola, serta memanfaatkan data secara lebih optimal.
Workshop ini diinisiasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh melalui UPTD Statistik. Pelaksanaannya turut difasilitasi Australia Indonesia Partnership – Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (AIP-SCALA).
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan empat daerah, yakni Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya dan Aceh Tengah.
Di Banda Aceh, kegiatan dipusatkan di Aula Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik). Sebanyak 19 operator organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti kegiatan secara langsung. Sementara itu, puluhan peserta lainnya bergabung melalui Zoom Meeting.
Kepala Diskominfotik Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan kegiatan ini difokuskan pada pendalaman teknis penginputan data sektoral. Selain itu, workshop juga diarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan Portal Satu Data dalam mendukung kebutuhan informasi pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari pelatihan pengelolaan dan integrasi data OPD yang telah berlangsung pada 21–22 Juli 2026 di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin.
Program ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut Rencana Aksi Satu Data Indonesia Kota Banda Aceh. Salah satu fokusnya adalah pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan bimbingan teknis penggunaan Portal Data versi 2.0.
“Terkait daftar data yang akan diinput ke dalam portal nantinya, saat ini sedang dalam proses penyusunan oleh Bappeda dan akan ditetapkan terlebih dahulu melalui Forum Satu Data Kota Banda Aceh untuk dijadikan acuan produsen data,” jelas Zubir.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Statistik Diskominfotik Banda Aceh, Desi Anggraini, berharap pembekalan tersebut dapat meningkatkan pemahaman operator OPD dalam menjalankan tugas pengelolaan data sektoral.
“Harapannya operator semakin paham dan maksimal dalam menginput serta memanfaatkan portal satu data,” pungkasnya.
Melalui penguatan kapasitas operator ini, Pemko Banda Aceh berharap pengelolaan data antarperangkat daerah semakin terarah dan terintegrasi. Keberadaan Portal Satu Data juga diharapkan dapat mendukung ketersediaan informasi yang akurat sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan pemerintah daerah.
