ACEH BESAR — Kawasan Sare dinilai kurang sesuai untuk dijadikan lokasi kegiatan industri penggolahan keripik karena memiliki fungsi penting sebagai kawasan hutan lindung. Aktivitas industri yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut berpotensi mengganggu fungsi ekologis dan kelestarian lingkungan, apalagi jika dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Salah seorang pemuda Aceh Besar yang juga merupakan Sahabat WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) Sirath, mengatakan keberadaan kawasan hutan lindung memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mempertahankan kualitas tanah dan air, serta melindungi keanekaragaman hayati.
“Oleh karena itu, pemanfaatan kawasan untuk kegiatan industri perlu mempertimbangkan aspek lingkungan dan fungsi utama kawasan, sare harus dikembalikan pada fungsinya,” katanya.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, kegiatan industri yang selama ini berlangsung di kawasan Sare perlu dievaluasi dan ditata kembali. Apabila terbukti tidak sesuai dengan fungsi kawasan, kegiatan tersebut perlu dihentikan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak.
Selain penataan kegiatan industri, kawasan yang telah mengalami perubahan fungsi juga perlu dilakukan reklamasi dan rehabilitasi. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemulihan kondisi lahan, penanaman kembali vegetasi, serta pengembalian fungsi ekologis kawasan secara bertahap. Sare tetap layak sebagai kawasan produksi singkong, pisang dan sebagainya serta pasar tanpa pengolahan menjadi keripik ditempat itu.
Menurutnya, dengan adanya lalan TOL dapat menjadi alasan paling logis supaya bisnis pengolahan keripik yang selama ini berlangsung di sare agar mencari lokasi bisnis yang lebih menjanjikan seperti di Padang Tiji atau Indrapuri.
“Tentu dengan keberadaan Jalan TOL ini, dapat membuka lokasi bisnis baru yang lebih menjanjikan, para pebisnis sangat paham itu. MIsalnya saat ini telah tumbuh bisnis serupa di kawasan pintu TOL Padang Tiji maupun Indrapuri. Bahkan suatu saat saya yakin rest area TOL juga akan hidup seiring waktu,” tutupnya.
