BANDA ACEH – Suasana meriah menyelimuti Lapangan Meuraxa, Lambung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Minggu, 23 Agustus 2026. Perwakilan dari sembilan kecamatan ikut ambil bagian dalam pertandingan olahraga tradisional yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga. Pertandingan olahraga tradisional ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga permainan rakyat tetap hidup sekaligus memperkuat hubungan antarwarga.
Sejumlah pejabat turut menyaksikan jalannya perlombaan. Di antaranya Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRK Banda Aceh Ramza Harli, S.E., serta anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi Partai Gerindra, Mehran Gara, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh Reza Kamilin juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Tiga cabang olahraga tradisional khusus wanita dipertandingkan dalam kegiatan kali ini. Peserta dari sembilan kecamatan menunjukkan kemampuan dan kekompakan mereka dalam setiap perlombaan.
Cabang yang dipertandingkan meliputi:
- Tarik Tambang Wanita
- Lompat Karung Wanita
- Bakiak Wanita
Sejak perlombaan dimulai, antusiasme peserta terlihat tinggi. Persaingan berlangsung semarak dengan dukungan penonton yang terus memberikan sorakan dari sisi lapangan.
Riuh tepuk tangan dan sorak-sorai membuat suasana pertandingan semakin hidup. Meski setiap tim berusaha menjadi yang terbaik, kegiatan tersebut tetap berlangsung dalam nuansa kebersamaan dan kekeluargaan.
![]()
Dorong Pelestarian Olahraga Tradisional
Bagi Dispora Kota Banda Aceh, pertandingan olahraga tradisional menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kembali permainan rakyat kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini juga membuka ruang bagi warga untuk berpartisipasi dalam aktivitas olahraga yang dekat dengan tradisi dan kehidupan masyarakat.
Dispora Kota Banda Aceh berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin setiap tahun. Selain menjaga keberadaan olahraga tradisional, agenda tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan olahraga sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga di seluruh kecamatan.
Dengan melibatkan sembilan kecamatan, pertandingan ini sekaligus menunjukkan bahwa olahraga tradisional masih memiliki daya tarik di tengah masyarakat Banda Aceh.
