BUMG Lamgirek Kembangkan Budidaya Semangka Non Biji 12 Petani Raup Hasil Panen

ACEH BESAR – Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Udeep Beusare Gampong Lamgirek, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar terus memperkuat sektor pertanian melalui program pemberdayaan ketahanan pangan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan bantuan permodalan kepada Kelompok Tani Blang Kulu untuk mengembangkan budidaya semangka non biji.

Program pemberdayaan yang dilaksanakan pada 2025 tersebut melibatkan 12 anggota Kelompok Tani Blang Kulu dengan total nilai permodalan sekitar Rp70 juta. Setelah menjalani masa tanam selama beberapa bulan, para petani akhirnya memanen hasil budidaya semangka non biji secara bersama-sama pada Rabu, 5 Agustus 2026.

BACA JUGA  Asisten I Sekda Aceh Besar Apresiasi Pemanfaatan CSR PT SBA untuk Santunan Anak Yatim di Lhoknga dan Leupung

Panen perdana itu turut dihadiri Direktur BUMG Udeep Beusare Abd Basir, Keuchik Gampong Lamgirek Firdos, Keuchik Gampong Lamkruet, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar Jakfar, SP beserta jajaran, penyuluh pertanian Kecamatan Lhoknga, serta para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Blang Kulu.

Direktur BUMG Udeep Beusare, Abd Basir, menjelaskan bahwa pengembangan budidaya semangka non biji merupakan salah satu strategi BUMG untuk mendorong ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui sektor pertanian yang memiliki nilai ekonomi.

BACA JUGA  Pantau Harga dan Stok Sembako, Babinsa Lhoknga Turun ke Pasar Tradisional

Budidaya semangka non biji tersebut dikembangkan di lahan seluas sekitar tiga hektare. Dari panen perdana ini, setiap anggota kelompok tani mampu memperoleh pendapatan berkisar antara Rp4 juta hingga Rp8 juta, bergantung pada luas lahan yang mereka kelola.

Keuchik Gampong Lamgirek, Firdos, memberikan apresiasi atas semangat para petani dalam mengembangkan komoditas hortikultura tersebut. Ia berharap program pemberdayaan melalui BUMG dapat terus diperluas sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat gampong.

Di sisi lain, penyuluh pertanian Kecamatan Lhoknga menilai budidaya semangka non biji memiliki prospek yang menjanjikan apabila dikelola secara berkelanjutan dengan pendampingan teknis yang optimal. Keberhasilan panen perdana ini diharapkan menjadi contoh bagi pengembangan usaha pertanian berbasis gampong di Kecamatan Lhoknga sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

BACA JUGA  Dukung Kelancaran Arus Mudik, Satpol PP dan WH Aceh Besar Tertibkan Ternak Liar di Jalan Lintas Banda Aceh-Meulaboh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *