Dandim Aceh Tenggara Cek Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Lawe Pinis

KUTACANE – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, mendapat perhatian langsung dari Komandan Kodim (Dandim) 0108/Aceh Tenggara Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T.

Dandim turun ke lokasi pada Selasa (1/9/2026) untuk melihat perkembangan pembangunan sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan.

Dalam peninjauan tersebut, Letkol Czi Arya Murdyantoro didampingi pengawas lapangan yang juga Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian. Keduanya memeriksa sejumlah bagian pekerjaan yang sedang berlangsung, terutama pembangunan pondasi jembatan.

Pondasi menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian serius karena berfungsi sebagai penopang utama konstruksi. Kekuatan dan ketahanan jembatan sangat bergantung pada pengerjaan bagian tersebut.

Di lokasi pembangunan, Dandim memantau langsung proses pembuatan lubang pondasi. Ia turut memperhatikan ukuran dan kedalaman lubang serta tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh para pekerja.

Menurutnya, setiap tahapan pembangunan harus dikerjakan secara cermat agar hasil akhir jembatan memenuhi standar teknis dan aman digunakan masyarakat.

BACA JUGA  TNI dan Warga terus Percepat Penyelesaian Jembatan Gantung di Ds. Kumbang Jaya, Kab. Aceh Tenggara

“Pondasi merupakan salah satu bagian penting dalam menentukan kekuatan dan ketahanan jembatan. Karena itu, setiap pekerjaan harus benar-benar diperhatikan, mulai dari ukuran, kedalaman hingga proses pengerjaannya. Kita ingin jembatan ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan aman digunakan masyarakat,” ujar Letkol Czi Arya Murdyantoro.

Ia menilai pengawasan langsung di lapangan penting untuk memastikan pelaksanaan pembangunan tetap berada dalam jalur yang telah direncanakan. Pemeriksaan secara berkala juga memungkinkan berbagai kendala diketahui lebih awal sehingga penanganannya dapat dilakukan tanpa mengurangi mutu pekerjaan.

Warga Ikut Terlibat dalam Pembangunan

Selain mengecek kualitas konstruksi, Dandim memberikan perhatian terhadap keterlibatan masyarakat dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut.

Pembangunan dilakukan dengan pola padat karya yang melibatkan warga setempat. Keterlibatan masyarakat dinilai memberikan manfaat ganda karena membantu pekerjaan sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

Warga juga memiliki kepentingan langsung terhadap keberadaan jembatan tersebut. Selama ini, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA  Gotong Royong Jadi Wadah Kebersamaan Babinsa dan Warga Weuraya

“Antusiasme masyarakat sangat baik. Warga ikut membantu pekerjaan di lapangan karena mereka juga merasakan langsung kebutuhan terhadap jembatan ini. Dengan adanya gotong royong seperti ini, pekerjaan dapat lebih cepat dan hubungan antara TNI dengan masyarakat juga semakin erat,” jelasnya.

Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis diharapkan mampu membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat menuju wilayah sekitarnya. Keberadaan jembatan juga akan mendukung aktivitas warga yang berkaitan dengan pertanian dan perkebunan.

Akses yang lebih baik akan memudahkan warga menuju lahan pertanian, membawa hasil kebun hingga menjalankan berbagai kebutuhan sosial dan ekonomi.

Tidak hanya soal mobilitas, jembatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Kemudahan akses dapat membantu warga membawa dan memasarkan hasil pertanian maupun perkebunan dengan lebih efisien.

Dandim Tekankan Kualitas dan Keselamatan

Letkol Czi Arya Murdyantoro menegaskan pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, target penyelesaian pekerjaan tidak boleh mengesampingkan kualitas dan aspek keselamatan.

BACA JUGA  Hangatnya Kebersamaan Babinsa dan Warga Neusu Jaya di Sholat Subuh Berjamaah

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada personel yang terlibat serta masyarakat yang turut mendukung pembangunan sejak proses pekerjaan dimulai.

Menurutnya, kerja sama antara TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pembangunan sekaligus memperkuat hubungan dengan warga.

“Kita berharap seluruh personel dan masyarakat tetap menjaga semangat gotong royong. Pekerjaan ini merupakan kepentingan bersama. Semakin baik koordinasi dan kerja sama di lapangan, tentu pembangunan juga dapat berjalan lebih maksimal,” pungkasnya.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan dan dukungan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis diharapkan rampung sesuai target.

Jika telah selesai dan dapat digunakan, jembatan tersebut akan menjadi akses penting bagi warga. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas, mendukung aktivitas ekonomi serta meningkatkan konektivitas masyarakat Desa Lawe Pinis dengan wilayah di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *