BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, memimpin upacara bendera yang dirangkaikan dengan penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 2 Banda Aceh, Senin (27/7/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menanamkan semangat belajar, memperkuat karakter, serta membangun budaya pendidikan yang positif di lingkungan sekolah.
Dalam amanatnya, Murthalamuddin mengajak seluruh peserta didik agar berani memiliki cita-cita setinggi mungkin. Menurutnya, setiap impian dapat diwujudkan melalui kerja keras, kedisiplinan, dan kebiasaan belajar yang konsisten, salah satunya dengan membangun budaya membaca sejak dini.
“Membaca merupakan kunci kesuksesan sekaligus jendela dunia yang harus menjadi kebiasaan setiap pelajar,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Murthalamuddin juga menyampaikan pesan khusus kepada peserta didik baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan menjadi bagian dari keluarga besar SMA Negeri 2 Banda Aceh. Sementara bagi siswa kelas XI dan XII, ia mengingatkan pentingnya menjadi teladan bagi adik-adik kelas melalui sikap saling menghormati, menghargai guru, serta menjaga lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.
Ia turut mengangkat nilai budaya Aceh “sipat ate nibak ate”, yaitu semangat menghadirkan kebaikan dan kebahagiaan bagi orang lain melalui sikap, perilaku, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Karakter yang baik akan menjadi bekal utama bagi siswa untuk tumbuh sebagai generasi yang berprestasi dan mampu membanggakan sekolah, masyarakat, serta bangsa,” ujar Murthalamuddin.
Usai pelaksanaan upacara, suasana sekolah semakin semarak dengan berbagai penampilan seni dan demonstrasi kegiatan ekstrakurikuler yang dibawakan para siswa. Beragam atraksi tersebut menjadi gambaran potensi peserta didik yang terus berkembang, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Berbagai prestasi yang telah diraih SMA Negeri 2 Banda Aceh di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional turut menjadi bukti komitmen sekolah dalam mengembangkan bakat, minat, serta karakter siswa secara seimbang.
Guru Berperan Strategis Mencetak Generasi Berkualitas
Setelah rangkaian penutupan MPLS selesai, Kepala Dinas Pendidikan Aceh melanjutkan agenda dengan menggelar pertemuan bersama seluruh dewan guru SMA Negeri 2 Banda Aceh.
Dalam arahannya, Murthalamuddin menegaskan bahwa profesi guru merupakan pekerjaan yang dinamis sekaligus memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, kompetensi, dan masa depan peserta didik.
“Tidak ada guru yang menganggap profesinya sebagai beban, menjadi pendidik adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, dedikasi, dan kecintaan terhadap dunia pendidikan. Guru juga dituntut mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi siswa di lingkungan sekolah,” jelas Murthalamuddin.
Ia menjelaskan, dengan jumlah peserta didik yang mencapai 835 orang dan memiliki latar belakang serta karakter yang beragam, para guru dituntut terus beradaptasi terhadap perubahan dan memahami kebutuhan setiap siswa.
Pendekatan pembelajaran yang humanis, inklusif, dan dinamis dinilai menjadi kunci dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
Di akhir arahannya, Murthalamuddin mengajak seluruh tenaga pendidik memperkuat kolaborasi untuk membangun budaya sekolah yang positif, mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik, serta menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
“Guru diharapkan terus melahirkan lulusan yang unggul, berakhlak mulia, berprestasi, dan menjadi kebanggaan sekolah, masyarakat, Aceh, serta Indonesia,” tutupnya.
Penutupan MPLS di SMA Negeri 2 Banda Aceh tidak hanya menjadi akhir dari masa pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, tetapi juga menjadi titik awal pembentukan budaya belajar yang berorientasi pada karakter, literasi, prestasi, dan kolaborasi demi mencetak generasi Aceh yang unggul.
