Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, secara resmi menutup Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Khusus Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Rabu (20/5/2026). Pada ajang tersebut, Kabupaten Aceh Besar berhasil keluar sebagai juara umum setelah meraih prestasi terbaik dari berbagai cabang yang diperlombakan.
Penutupan FLS3N berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Selain menjadi ajang apresiasi bagi siswa berkebutuhan khusus yang menampilkan bakat seni dan sastra terbaiknya, kegiatan itu juga menjadi momentum penghargaan terhadap dedikasi para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) yang selama ini mendampingi peserta didik dengan penuh kesabaran.
Dalam sambutannya, Murthalamuddin menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para guru SLB di seluruh Aceh. Menurutnya, keberhasilan siswa berkebutuhan khusus dalam menampilkan kemampuan terbaik tidak terlepas dari peran guru yang bekerja dengan ketulusan dan pengabdian luar biasa.
“Kami percaya guru terbaik adalah guru SLB karena bekerja dengan hati, kesabaran, dan keikhlasan,” ujarnya.
Murthalamuddin menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kreativitas, bakat, serta kepercayaan diri mereka. Ia menilai setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Menurutnya, FLS3N Pendidikan Khusus bukan sekadar kompetisi untuk menentukan juara, melainkan wadah bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri, membangun keberanian, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
Pada kesempatan tersebut, Murthalamuddin juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan anggaran pemerintah yang menyebabkan sejumlah program belum dapat terlaksana secara maksimal. Meski demikian, ia mengapresiasi semangat kepala sekolah dan para guru yang tetap berupaya menyukseskan kegiatan dengan segala keterbatasan yang ada.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai sarana pembinaan karakter, kreativitas, dan prestasi bagi siswa berkebutuhan khusus di Aceh.
Selain itu, Murthalamuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan memiliki daya saing.
“Jangan lelah mencintai mereka. Tidak ada anak yang dilahirkan tanpa hikmah, semua memiliki potensi, harapan, dan masa depan yang berarti.” jelas Murthalamuddin.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Syarwan Joni, menjelaskan bahwa FLS3N Pendidikan Khusus merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga tingkat nasional.
Ia mengatakan pelaksanaan FLS3N tingkat Provinsi Aceh berlangsung pada 19–21 Mei 2026 di Gedung A dan B Dinas Pendidikan Aceh serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Besar.
Menurutnya, meskipun pada tahun 2026 tidak tersedia dukungan anggaran khusus, Dinas Pendidikan Aceh bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SLB tetap berkolaborasi agar proses seleksi dan pembinaan peserta dapat berjalan dengan baik.
“Harapannya, anak-anak berprestasi ini tetap dapat mengikuti ajang di tingkat nasional,” tutupya.
Melalui penyelenggaraan FLS3N Pendidikan Khusus, Pemerintah Aceh berharap semakin banyak ruang yang terbuka bagi siswa berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
