Pemko Banda Aceh Benahi Kawasan Chik Pante Kulu, Kenyamanan Pedagang dan Pembeli Jadi Prioritas

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai mematangkan langkah penataan kawasan Jalan Chik Pante Kulu. Pembenahan tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, nyaman dan menarik bagi masyarakat.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat lanjutan progres penataan kawasan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Senin (5/10/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Jalaluddin, mengatakan penataan kawasan menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang publik yang lebih teratur. Dengan kondisi kawasan yang tertata, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dan berbelanja dengan lebih nyaman.

BACA JUGA  Hingga 31 Oktober! Pemko Buka Ruang Penyelesaian Tunggakan PBB-P2, Walikota Illiza: Kita Beri Keringanan Pajak “Besar-besaran”

“Tujuannya untuk penataan ruang agar kawasan Jalan Chik Pante Kulu lebih rapi dan teratur, sehingga masyarakat nyaman untuk berbelanja,” ujar Jalaluddin.

Dalam proses pelaksanaannya, Pemko Banda Aceh juga memberi perhatian terhadap keberlangsungan aktivitas perdagangan. Jalaluddin menegaskan bahwa koordinasi dan kerja sama seluruh pihak diperlukan agar proses konstruksi tidak mengganggu kegiatan para pedagang.

Penataan tersebut tidak hanya berorientasi pada perubahan tampilan kawasan. Pemerintah juga ingin menciptakan suasana pasar yang lebih menarik sehingga masyarakat semakin tertarik untuk berkunjung.

BACA JUGA  Pasar Tani Banda Aceh Hadirkan 24 Mitra, Illiza Ajak Warga Belanja Produk Pertanian Lokal

Kenyamanan pembeli dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Lingkungan pasar yang bersih, rapi dan teratur diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja.

Selain memberikan manfaat bagi pengunjung, pembenahan kawasan Jalan Chik Pante Kulu juga diharapkan berdampak positif terhadap pendapatan pedagang serta perkembangan ekonomi setempat.

Melalui penataan ini, Pemko Banda Aceh berupaya menghadirkan kawasan perdagangan yang lebih representatif tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya di lokasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *