ACEH TENGGARA – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama dalam pembangunan infrastruktur di pedalaman Kabupaten Aceh Tenggara. Personel Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama Yon TP 855/RD dan masyarakat Desa Lawe Ger Ger bergandengan tangan melaksanakan pengecoran pondasi blok angkur Jembatan Gantung Perintis di Kecamatan Ketambe, Rabu (5/8/2026).
Pekerjaan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Desa Lawe Ger Ger dengan Desa Lawe Pinis. Kehadiran jembatan itu diharapkan mampu membuka akses yang lebih cepat, aman, dan efisien sehingga mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di kedua desa semakin berkembang.
Sejak pagi, Babinsa, personel Yon TP 855/RD, dan warga tampak bekerja bersama tanpa mengenal lelah. Mereka saling berbagi tugas mulai dari menyiapkan material bangunan, mengaduk campuran semen, mengangkut pasir dan batu hingga melakukan pengecoran pondasi blok angkur sebagai penyangga utama konstruksi jembatan.
Blok angkur memiliki fungsi vital karena menjadi struktur penahan gaya tarik kabel baja yang akan menopang jembatan gantung. Karena itu, proses pengecoran dilakukan dengan penuh ketelitian agar menghasilkan konstruksi yang kokoh, aman, dan mampu digunakan dalam jangka panjang.
Pelda Soldier mengatakan seluruh personel TNI bersama masyarakat terus berupaya memberikan kemampuan terbaik agar pembangunan jembatan dapat berjalan sesuai target. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas konstruksi.
“Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini merupakan upaya untuk membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat. Jembatan ini nantinya akan menghubungkan Desa Lawe Ger Ger dengan Desa Lawe Pinis sehingga mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan memiliki peran strategis bagi masyarakat pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi. Infrastruktur tersebut akan memangkas jarak tempuh sehingga warga tidak lagi harus melalui jalur yang lebih jauh untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.
“Dengan akses yang semakin baik, masyarakat akan lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk membawa hasil kebun dan pertanian, berinteraksi dengan warga di desa seberang, serta mendapatkan akses terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan lainnya,” tambahnya.
Ia menegaskan, keterlibatan Babinsa bersama personel Yon TP 855/RD merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat. Kehadiran mereka di lapangan bukan hanya membantu tenaga, tetapi juga memotivasi warga agar tetap menjaga semangat kebersamaan dalam menyelesaikan pembangunan yang akan menjadi fasilitas umum tersebut.
“Gotong royong seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan akan lebih mudah dan cepat apabila dikerjakan secara bersama-sama. Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga sampai seluruh rangkaian pembangunan jembatan selesai,” katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Warga secara sukarela membantu proses pembangunan dengan menyiapkan material dan ikut mengerjakan pengecoran. Kekompakan itu menjadi bukti eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.
Bagi masyarakat Desa Lawe Ger Ger dan Desa Lawe Pinis, jembatan tersebut menjadi harapan baru untuk mengatasi keterbatasan akses yang selama ini menghambat aktivitas warga. Selain mempermudah perjalanan, keberadaan jembatan juga akan mempercepat distribusi hasil pertanian, memudahkan pemenuhan kebutuhan pokok, serta memperlancar kegiatan sosial antarwilayah.
Salah seorang warga mengaku bersyukur pembangunan Jembatan Gantung Perintis akhirnya dapat direalisasikan. Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar hingga selesai sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Kami sangat senang karena jembatan ini akhirnya mulai dibangun. Kalau nanti sudah selesai, perjalanan menuju Desa Lawe Pinis akan lebih dekat, lebih cepat, dan tentunya lebih aman. Kami berharap pembangunan berjalan lancar hingga selesai sehingga bisa segera digunakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Keberadaan jembatan itu juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Akses transportasi yang semakin mudah akan mempercepat distribusi hasil kebun dan pertanian sekaligus mendukung kelancaran perdagangan antarwilayah.
Dalam jangka panjang, Jembatan Gantung Perintis diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat pelayanan publik, hingga aktivitas perdagangan akan menjadi lebih mudah sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Pembangunan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara, khususnya daerah yang masih membutuhkan sarana penghubung yang memadai. Dengan sinergi antara TNI dan masyarakat, pembangunan diharapkan selesai sesuai tahapan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga.
Kegiatan pengecoran pondasi blok angkur berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Kolaborasi antara Kodim 0108/Aceh Tenggara, Yon TP 855/RD, dan masyarakat kembali menunjukkan bahwa budaya gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan di daerah.
