Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Para pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu tampil sebagai penggerak perubahan melalui berbagai gagasan, inovasi, kewirausahaan, serta kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Afdhal saat menghadiri malam puncak penganugerahan Pemuda Pelopor Kota Banda Aceh Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di Hotel Amel Convention Hall, Jumat (30/10/2026) malam.
Dalam sambutannya, Afdhal menyebut generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan Kota Banda Aceh. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui ruang kreativitas, kesempatan berinovasi, serta dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Potensi pemuda di Kota Banda Aceh sangat besar. Karena itu, kita berharap para pemuda mampu menjadi penggerak perubahan ke arah yang positif serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Afdhal.
Menurutnya, penghargaan Pemuda Pelopor bukan sekadar bentuk pengakuan atas prestasi seseorang, melainkan juga harus menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Afdhal berharap para finalis maupun penerima penghargaan tidak berhenti mengembangkan potensinya setelah mendapatkan apresiasi. Sebaliknya, mereka harus terus memperluas gagasan, menciptakan inovasi, dan membangun kerja sama dengan pemerintah maupun berbagai elemen masyarakat.
Afdhal Dorong Lahirnya Lebih Banyak Pengusaha Muda
Selain mengajak pemuda menjadi pelopor perubahan, Afdhal juga menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Menurutnya, Banda Aceh membutuhkan lebih banyak pengusaha muda yang berani mengambil peluang, mengembangkan kreativitas, serta menciptakan lapangan pekerjaan.
Kehadiran generasi muda yang produktif dan inovatif diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Kita membutuhkan lebih banyak entrepreneur muda dan pemuda-pemuda pelopor di seluruh bidang. Anak-anak muda Banda Aceh harus berani berinovasi, menciptakan peluang, dan menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan kota,” harapnya.
Afdhal juga mengingatkan pentingnya membangun karakter generasi muda agar tidak terjerumus dalam berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.
Ia menyoroti persoalan penyalahgunaan narkotika, balap liar, dan berbagai permasalahan sosial lainnya yang membutuhkan perhatian bersama.
Karena itu, menurutnya, pembangunan generasi muda tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan dan keterampilan, tetapi juga harus diiringi pembentukan karakter, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pemerintah Buka Ruang Kolaborasi bagi Generasi Muda
Lebih lanjut, Afdhal menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan daerah.
Semangat tersebut sejalan dengan visi Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi, yang membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk pemuda sebagai salah satu kekuatan penting pembangunan.
Ia berharap para pemuda dapat mengambil bagian dalam berbagai program pemerintah, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, maupun pengembangan kewirausahaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan solusi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Afdhal juga mengucapkan selamat kepada seluruh finalis dan pemenang Pemuda Pelopor Kota Banda Aceh Tahun 2026. Ia berharap penghargaan yang diterima menjadi penyemangat untuk terus menghasilkan karya dan menginspirasi generasi muda lainnya.
Sembilan Pemuda Banda Aceh Terima Penghargaan
Pada malam penganugerahan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dispora menetapkan sembilan pemuda sebagai penerima penghargaan Pemuda Pelopor 2026 dari tiga bidang kepeloporan.
Untuk bidang Agama, Sosial dan Budaya, juara pertama diraih Haifa Ghalda, juara kedua M. Geubry Al Fattah Budia, dan juara ketiga MJ Thabari.
Pada bidang Pendidikan dan Inovasi Teknologi, juara pertama diraih Ayu Wahyuni, disusul Irfan Rahmad Ghafar sebagai juara kedua dan Ika Putri Maulidza sebagai juara ketiga.
Sementara pada bidang Pangan, Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata, juara pertama diraih Nur Rafiqa, juara kedua Zahlul Nugraha, dan juara ketiga Sagti Aprilian.
Kepala Dispora Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, menjelaskan bahwa pemilihan Pemuda Pelopor bertujuan menjaring generasi muda yang memiliki gagasan, karya, inovasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dari 25 peserta yang mendaftar, sebanyak 13 orang berhasil melewati proses verifikasi dan mengikuti tahapan penjurian hingga ditetapkan sembilan pemenang.
Melalui ajang tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil inisiatif, mengembangkan potensi, dan menghadirkan perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.
Para pemuda pelopor terpilih juga diharapkan dapat terus mengembangkan karya dan inovasinya untuk mengikuti seleksi pada tingkat Provinsi Aceh hingga nasional.
