Dirut SIG Tinjau Langsung dan Pastikan Pasokan Semen di Aceh Kembali Normal

BANDA ACEH – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bergerak cepat menjaga stabilitas pasokan semen di Aceh dengan mengoptimalkan produksi dan distribusi di seluruh jaringan SIG Group. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi tingginya kebutuhan pasar sekaligus mengatasi keterbatasan pasokan yang sempat memicu fluktuasi harga di sejumlah toko bangunan.

Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, melalui kunjungan kerja ke Aceh guna memimpin koordinasi lapangan dan memastikan proses distribusi berjalan optimal.

Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia, SIG menegaskan kesiapannya menjaga ketersediaan semen untuk mendukung pembangunan dan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Sumatra.

Dalam kunjungannya, Indrieffouny Indra meninjau operasional PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga. Ia mengevaluasi kesiapan fasilitas produksi, distribusi, dan logistik serta memimpin rapat koordinasi bersama jajaran manajemen untuk mempercepat pemulihan pasokan semen di Aceh.

BACA JUGA  Kesempatan Emas! Disnakermobduk Aceh Hadirkan Program Magang Dalam Daerah 2025, Kolaborasi Bersama SBA & Telkomsel

Agenda kunjungan juga mencakup peninjauan jaringan distribusi dan dialog dengan para distributor utama. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stok semen tetap tersedia hingga ke tingkat pasar sehingga kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.

Indrieffouny Indra menegaskan kehadiran manajemen di lapangan bertujuan agar setiap kendala distribusi dapat segera ditemukan dan diselesaikan.

“Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar,” kata Indrieffouny Indra.

SIG Optimalkan Produksi dan Distribusi

Untuk mempercepat normalisasi pasokan, SIG menyiapkan sejumlah langkah strategis. Perusahaan mengoptimalkan produksi dan pengiriman semen dari Pabrik Lhoknga serta Packing Plant Lhokseumawe. Selain itu, SIG juga menambah suplai melalui Packing Plant Malahayati guna memperkuat ketersediaan produk di pasar Aceh.

Di sisi distribusi, perusahaan mempererat koordinasi dengan distributor, mitra logistik, dan pemerintah daerah agar proses penyaluran berlangsung lebih cepat hingga ke tingkat pengecer.

BACA JUGA  Wagub Dek Fadh Minta Dukungan Pusat Atasi Kekurangan Pasokan Semen di Aceh

SIG juga menerapkan pemantauan harian terhadap kondisi stok, distribusi, dan permintaan pasar. Data tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan operasional sehingga setiap perubahan kondisi dapat segera direspons.

Menurut Indrieffouny Indra, karakteristik distribusi di Aceh serta tingginya mobilitas permintaan membutuhkan koordinasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, distributor, dan mitra logistik.

Karena itu, SIG membentuk mekanisme koordinasi lintas fungsi secara intensif agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dan para pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan,” kata Indrieffouny Indra.

“Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin,” tambah ujarnya.

Tidak Naikkan Harga di Daerah Terdampak Banjir

Selain mempercepat distribusi, SIG terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, distributor, dan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran semen berlangsung tertib, merata, dan efisien. Perusahaan juga mengimbau seluruh mitra penyalur untuk menerapkan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab sehingga produk dapat diterima konsumen secara merata.

BACA JUGA  SBI Penuhi Permintaan Pemerintah Aceh Prioritaskan Pasokan Semen Aceh Demi Stabilkan Harga

Indrieffouny Indra mengungkapkan bahwa SIG tetap mempertahankan harga semen di wilayah yang terdampak banjir pada akhir 2025, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kebijakan tersebut tetap dijalankan meskipun perusahaan menghadapi tekanan biaya produksi dan distribusi akibat kenaikan harga batu bara, solar, serta suku cadang.

Melalui sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, SIG optimistis pasokan semen di Aceh dapat kembali stabil. Kepastian distribusi yang terjaga diharapkan mampu mendukung pembangunan infrastruktur, sektor perumahan, serta aktivitas ekonomi masyarakat tanpa hambatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *