Aceh Besar – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Bahrul Jamil, S.Sos., M.Si., bersama Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Besar, Ny. Rita Mayasari Muharram, menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Toet Apam dan Bubur Asyura di halaman Dekranasda Aceh Besar, Kamis (25/6/2026).
Penyerahan hadiah tersebut menjadi penutup rangkaian perlombaan yang diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan kecamatan di Aceh Besar. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan menjaga tradisi kuliner khas daerah agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Sekda Aceh Besar, Bahrul Jamil, mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan ikut melestarikan warisan budaya Aceh melalui perlombaan tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta melestarikan tradisi warisan budaya kita, seperti Toet Apam dan Bubur Asyura,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Ketua TP PKK Aceh Besar, Ny. Rita Mayasari Muharram, menilai lomba tersebut tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi kaum perempuan untuk terus menjaga kuliner tradisional Aceh.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme peserta, terutama dari kaum ibu yang berperan besar dalam menjaga tradisi ini tetap hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Pada kategori OPD, Juara I diraih Diskopukmdag, disusul DPMG sebagai Juara II dan Bappeda sebagai Juara III. Sementara Harapan I diraih BKMT, Harapan II Disdikbud, dan Harapan III BPKD.
Untuk kategori kecamatan, Juara I berhasil diraih Kecamatan Sukamakmur. Posisi kedua ditempati Kecamatan Kuta Baro, sedangkan Juara III diraih Kecamatan Kota Jantho. Adapun Harapan I diraih Kecamatan Blang Bintang, Harapan II Kecamatan Montasik, dan Harapan III Kecamatan Simpang Tiga.
Suasana penyerahan hadiah berlangsung meriah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi Toet Apam dan Bubur Asyura masih mendapat tempat di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap kegiatan serupa terus menjadi agenda tahunan sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
