Aceh Besar – Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat terus diperkuat oleh PDAM Tirta Mountala Aceh Besar. Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih dan tantangan perubahan kualitas sumber air baku, perusahaan daerah tersebut mulai melakukan berbagai langkah pembenahan pada instalasi pengolahan air yang menjadi penopang utama distribusi air kepada pelanggan.
Upaya tersebut terlihat saat Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Ir Yusmadi MM, bersama Direktur Umum Devid Zainal SE dan jajaran meninjau langsung Water Treatment Plant (WTP) Montasik, Senin (15/6).
PDAM Tirta Mountala di wilayah tersebut mengoperasikan tiga instalasi utama, yakni WTP Indrapuri, WTP Montasik, dan WTP Kuta Malaka. Ketiga fasilitas tersebut memiliki peran strategis dalam memastikan kebutuhan air bersih masyarakat Aceh Besar dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Dari hasil peninjauan lapangan, sejumlah fasilitas dan sarana pendukung dinilai memerlukan pembenahan agar proses pengolahan serta distribusi air dapat berjalan lebih efektif dan optimal.
“Kalau kita melihat kondisi sekarang ini, masih banyak yang perlu kita benahi. Hari ini kami melakukan kunjungan ke WTP Montasik dan memang terdapat berbagai hal yang harus segera diperbaiki untuk mendukung peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujar Yusmadi.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi PDAM saat ini tidak hanya terkait fasilitas pengolahan, tetapi juga perubahan kualitas air baku yang berasal dari sungai. Kondisi tersebut berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu, ketika tingkat kekeruhan air sungai masih relatif rendah saat musim kemarau.
“Dulu ketika musim kemarau, air sungai masih cukup jernih. Namun sekarang, meskipun musim kemarau, air yang masuk ke instalasi sudah keruh. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran PDAM dalam mengolah air agar tetap layak dan aman disalurkan kepada pelanggan,” katanya.
Perubahan karakteristik air baku tersebut menuntut peningkatan teknologi pengolahan, pemeliharaan fasilitas yang lebih intensif, serta kesiapan sumber daya manusia agar kualitas pelayanan tetap terjaga.
Meski demikian, Yusmadi memastikan pihaknya tidak akan berhenti melakukan pembenahan. Berbagai persoalan yang selama ini menjadi kendala pelayanan akan diselesaikan secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan perusahaan.
“Kami berkomitmen untuk terus membenahi berbagai persoalan yang memang perlu diperbaiki. Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan kebutuhan air bersih dapat terpenuhi dengan optimal,” tegasnya.
Selain melakukan pembenahan internal, PDAM Tirta Mountala juga mengharapkan dukungan penuh dari para pelanggan. Salah satunya melalui kepatuhan dalam membayar rekening air tepat waktu sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan.
Seiring pertumbuhan penduduk dan berkembangnya kawasan permukiman di Aceh Besar, kebutuhan air bersih terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit untuk memastikan sistem distribusi dan pengolahan air tetap berjalan secara maksimal.
“Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan agar segera melunasi tagihan yang masih menunggak. Kebutuhan air bersih masyarakat semakin meningkat dan pelayanan harus terus kami tingkatkan. Karena itu kami berharap adanya kerja sama yang baik dari pelanggan. Jangan sampai sambungan harus diputus total karena tunggakan yang tidak diselesaikan,” katanya.
PDAM Tirta Mountala optimistis, melalui pembenahan fasilitas, peningkatan sistem pengolahan air, serta dukungan pelanggan, kualitas layanan air bersih di Aceh Besar akan semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
“Dengan berbagai langkah pembenahan yang sedang dilakukan, PDAM Tirta Mountala Aceh Besar berharap mampu meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan distribusi, serta menjamin ketersediaan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat di berbagai wilayah Aceh Besar,” pungkasnya.
