Empat Program Strategis Digenjot, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Fokus Bangun Dayah Modern dan Mandiri

Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh terus memperkuat peran dayah sebagai pusat pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan empat program prioritas strategis yang difokuskan pada penguatan tata kelola data, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.

Komitmen tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., pada Senin, 13 April 2026. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah dalam memastikan dayah tetap menjadi lembaga pendidikan yang kuat, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu program yang menjadi prioritas utama adalah pengembangan Elektronik Data Tunggal Dayah (E-Datuda). Program ini dirancang sebagai sistem pendataan terpadu berbasis digital yang mencakup seluruh dayah di Aceh. Kehadiran sistem tersebut diharapkan mampu mendukung penyusunan kebijakan yang lebih akurat dan efektif karena didasarkan pada data yang valid dan terintegrasi.

BACA JUGA  Pusat Riset Kita Kreatif USK Gelar Rapat Kerja Strategis 2025 di Sabang, Fokus pada Inovasi Berkelanjutan untuk Aceh

“Melalui E-Datuda, kita ingin memastikan seluruh data dayah terintegrasi dengan baik, mulai dari jumlah santri, tenaga pengajar, hingga kondisi fasilitas. Data yang akurat adalah fondasi kebijakan yang kuat,” ujarnya.

Selain pembenahan sistem data, Dinas Pendidikan Dayah Aceh juga menempatkan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan sebagai agenda penting. Kualitas guru dan tenaga kependidikan dinilai menjadi faktor utama dalam membentuk generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kapasitas yang mampu bersaing di berbagai bidang.

Untuk mendukung tujuan tersebut, berbagai program peningkatan kapasitas akan terus digelar, mulai dari pelatihan, workshop, hingga pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

BACA JUGA  Bawa Sabu Senilai Rp 5 Miliar dari Aceh, Tiga Pria Dibekuk di Jambi

Di sisi lain, aspek kemandirian ekonomi santri dan guru juga menjadi perhatian serius. Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis life skill dan kewirausahaan, para santri didorong untuk memiliki keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan pendidikan di dayah.

Menurut Muhsin, penguatan kemampuan berwirausaha menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan generasi yang mandiri dan produktif.

“Kita ingin santri memiliki daya saing, mampu berwirausaha, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat,” katanya.

Program prioritas berikutnya adalah pemenuhan sarana dan prasarana dayah. Pemerintah menilai ketersediaan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Karena itu, berbagai upaya akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dayah, mulai dari bangunan, ruang belajar, hingga fasilitas penunjang lainnya yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.

BACA JUGA  Camat Singkil Utara Resmi Buka Program Ruang Mengabdi #2 Komunitas Ruang Lingkup di Aceh Singkil

Muhsin menegaskan bahwa keberhasilan seluruh program tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Ia mengajak pemerintah daerah, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program agar dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan dayah di Aceh.

“Dayah adalah warisan pendidikan yang harus kita jaga dan kembangkan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimis dayah di Aceh akan semakin maju, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan zaman,” pungkas Muhsin.

Melalui empat program prioritas tersebut, Dinas Pendidikan Dayah Aceh menargetkan terwujudnya sistem pendidikan dayah yang lebih modern, tertata, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang selama ini menjadi fondasi utama pendidikan dayah di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *