Banda Aceh – Memasuki musim liburan sekolah, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST mengajak seluruh unsur pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang berkunjung ke ibu kota Provinsi Aceh. Langkah tersebut dinilai penting agar Banda Aceh tetap menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan meninggalkan kesan positif bagi setiap pengunjung.
Irwansyah menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh wisatawan yang memilih Banda Aceh sebagai tujuan liburan bersama keluarga.
“Selamat datang di Banda Aceh bagi warga dari seluruh Aceh maupun luar Aceh. Silakan menikmati keindahan Banda Aceh dan keramahtamahan masyarakatnya,” ujar politisi muda PKS tersebut.
Menurutnya, Banda Aceh selama ini menjadi salah satu destinasi favorit saat musim liburan. Selain dikunjungi masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh, wisatawan juga datang dari sejumlah provinsi tetangga seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.
Ia menilai Banda Aceh memiliki suasana yang tenang, nyaman, serta dikenal dengan budaya masyarakat yang menghormati dan memuliakan tamu.
Irwansyah juga mengajak para wisatawan menikmati berbagai destinasi unggulan yang menjadi ikon kota. Mulai dari Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami Aceh, PLTD Apung, hingga Pantai Ulee Lheue yang selalu ramai dikunjungi saat musim liburan.
Tak hanya wisata sejarah dan religi, Banda Aceh juga menawarkan pengalaman wisata kuliner yang menjadi daya tarik tersendiri. Beragam hidangan khas Aceh serta kopi Aceh yang telah dikenal hingga mancanegara dapat dinikmati di berbagai restoran, kafe, maupun warung kopi yang tersebar di penjuru kota.
“Silakan menikmati keteduhan dan kenyamanan Masjid Raya Baiturrahman, kemegahan Museum Tsunami, keajaiban PLTD Apung, kecantikan Pantai Ulee Lheue, serta nikmatnya kuliner dan kopi Aceh. Pastikan semuanya bebas pungli,” katanya.
Ia menegaskan, budaya keramahan masyarakat Banda Aceh harus terus dipertahankan. Begitu pula komitmen menjaga pelayanan yang bersih dari praktik pungutan liar, premanisme, maupun tindakan lain yang dapat mengurangi kenyamanan wisatawan.
Menurut Irwansyah, Banda Aceh memiliki paket wisata yang lengkap. Selain wisata religi, kota ini juga menawarkan wisata sejarah, budaya, alam, hingga wisata kuliner yang menjadi daya tarik utama. Julukan sebagai “Kota Seribu Warung Kopi” semakin memperkuat identitas Banda Aceh sebagai destinasi yang layak dikunjungi, terlebih dengan cita rasa Kopi Aceh dan Mie Aceh yang telah dikenal luas.
Menghadapi potensi lonjakan wisatawan selama liburan sekolah, Irwansyah mengingatkan seluruh instansi terkait agar meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan di lapangan.
“Kita meminta seluruh petugas dinas terkait untuk menyambut kedatangan tamu dengan baik, menjaga ketertiban kota, menjaga kebersihan seluruh objek wisata, serta melayani kebutuhan para tamu yang hadir di kota kita,” ujarnya.
Kepada Dinas Perhubungan, Irwansyah meminta agar pengelolaan parkir berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta terbebas dari pungutan di luar tarif resmi. Ia juga mengingatkan pentingnya penataan kendaraan pada area parkir yang telah disediakan agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas maupun kenyamanan pengunjung.
Sementara itu, petugas Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup diminta meningkatkan kesiapan dalam menjaga kebersihan kawasan wisata dan pusat keramaian. Peningkatan jumlah wisatawan diperkirakan akan berdampak pada bertambahnya volume sampah selama masa liburan.
Di sisi lain, Dinas Pariwisata juga diharapkan aktif memberikan informasi, edukasi, dan pendampingan kepada wisatawan sehingga pengalaman berkunjung ke Banda Aceh menjadi lebih nyaman dan berkesan.
Irwansyah turut mengajak para pelaku usaha, mulai dari pengelola hotel, penginapan, restoran, warung kopi, hingga pengelola objek wisata untuk terus menjaga kualitas pelayanan kepada setiap tamu.
“Setiap orang yang berkunjung ke Banda Aceh harus kita pastikan merasa nyaman dan pulang dengan bahagia. Mereka datang bersama anak-anak dan keluarga untuk berlibur dan bersenang-senang. Karena itu, kita harus memastikan mereka kembali dengan membawa kesan yang baik tentang Banda Aceh,” pungkasnya.
